Makan Berlebihan saat Lebaran, Ahli Gizi Ingatkan Risiko Kesehatan

Ilustrasi. (Foto: Freepik.com)
Jakarta, MISTAR.ID
Momen Lebaran kerap identik dengan beragam hidangan lezat seperti opor, rendang, kue kering, hingga minuman manis. Namun, perubahan pola makan secara drastis setelah sebulan berpuasa berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jika tidak dikendalikan.
Peralihan dari pola fasting (berpuasa) ke feasting (bersantap) menjadi tantangan tersendiri bagi tubuh. Ahli gizi Prof. Dr. Rimbawan menyebut sistem pencernaan belum tentu siap menerima asupan makanan tinggi lemak dan gula dalam jumlah besar secara tiba-tiba.
“Setelah satu bulan berpuasa, sistem pencernaan belum tentu siap menerima makanan berat. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini bisa memicu gangguan pencernaan hingga meningkatkan risiko penyakit kronis,” ujarnya melansir dari Antara.
Kondisi tersebut kerap menyebabkan keluhan seperti perut begah, diare, hingga kenaikan berat badan setelah Lebaran. Dalam jangka panjang, kebiasaan makan berlebihan juga berisiko memicu obesitas, hipertensi, dan penyakit jantung.
Untuk menjaga kesehatan selama perayaan Lebaran, masyarakat diimbau menerapkan pola makan secara bijak. Salah satunya dengan kembali ke pola makan normal secara bertahap dan menghindari konsumsi berlebihan.
Masyarakat disarankan memulai dengan porsi kecil serta memilih makanan bergizi seimbang, seperti sayur, buah, protein, dan lemak sehat. Asupan protein dinilai penting karena membantu memperbaiki jaringan tubuh sekaligus mengontrol nafsu makan.
Selain itu, aktivitas fisik tetap perlu dijaga meskipun dalam suasana libur. Kegiatan ringan seperti berjalan kaki dapat membantu menjaga keseimbangan energi dan mencegah penumpukan lemak.
Pengendalian porsi makan juga menjadi kunci penting. Mengenali rasa kenyang dan berhenti makan sebelum berlebihan dapat mencegah lonjakan kalori. Di sisi lain, kecukupan cairan, kualitas tidur, serta pengelolaan stres turut berperan dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Rimbawan juga menyoroti tantangan sosial saat Lebaran, di mana banyak orang sulit menolak hidangan dari tuan rumah. Untuk itu, masyarakat disarankan menyampaikan secara sopan jika ingin menjaga pola makan, atau memilih alternatif lebih ringan seperti buah.
“Pertahankan gaya hidup sehat dan nikmati Lebaran secara seimbang. Dengan begitu, risiko penyakit kronis bisa ditekan dan kualitas hidup tetap terjaga,” pungkasnya. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Pakar Ingatkan Pentingnya Atur Keuangan Jelang LebaranNEXT ARTICLE
Makna dan Sejarah Hari Nyepi





















