Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Makna dan Sejarah Hari Nyepi

Mistar.idRabu, 18 Maret 2026 08.19
EH
makna_dan_sejarah_hari_nyepi

Ilustrasi Nyepi. (Foto: Rakyat Sulsel)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Perayaan Hari Raya Nyepi tidak bisa dilepaskan dari penetapan Tahun Baru Saka yang berasal dari India dan digunakan umat Hindu hingga kini.

Pada 2026, kalender Saka memasuki tahun ke-1948, dengan hari pertama jatuh pada 19 Maret, bertepatan dengan pelaksanaan Nyepi di berbagai wilayah termasuk Indonesia.

Menurut informasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia wilayah Nusa Tenggara Timur, Selasa (17/3/2026), penanggalan Saka memiliki latar belakang sejarah yang berkaitan dengan berakhirnya konflik antarsuku di India pada masa lampau.

Sejumlah kelompok seperti Pahlawa, Yuehchi, Yuwana, Malawa, dan Saka sebelumnya mengalami pertikaian berkepanjangan.

Upaya bangsa Saka dalam merebut kekuasaan disebut berhasil membawa stabilitas dan kesejahteraan bagi masyarakat saat itu.

Dosen Institut Seni Indonesia Denpasar, I Gede Mugi Raharja, menjelaskan tradisi penanggalan Saka sebenarnya sudah dikenal sejak 58 sebelum Masehi. Namun penerapannya secara resmi baru dimulai pada masa pemerintahan Kanishka I pada tahun 78 Masehi.

Kala itu, dinasti Kushana menjadikan kalender Saka sebagai sistem penanggalan kerajaan setelah menetap di wilayah Baktria. Kebijakan tersebut dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap bangsa Saka. Seiring penyebaran ajaran Hindu, sistem kalender ini kemudian meluas penggunaannya.

Dalam sistem Saka, satu tahun terdiri atas 12 bulan dengan Caitramasa sebagai bulan pembuka yang umumnya bertepatan dengan Maret dalam kalender Masehi. Dalam tradisi Jawa dan Bali, periode ini dikenal sebagai Sasih Kesanga.

Di Indonesia, pengenalan kalender Saka kerap dikaitkan dengan tokoh legenda Aji Saka yang disebut datang ke wilayah Rembang sekitar abad ke-5 Masehi.

Nyepi sendiri dimaknai sebagai momentum hening untuk menyambut pergantian tahun Saka. Pada hari tersebut, umat Hindu menjalankan sejumlah pantangan seperti tidak menyalakan api, tidak bekerja, serta membatasi aktivitas.

Pada 2026, Nyepi berlangsung mulai 19 Maret pukul 05.59 hingga 20 Maret pukul 06.00 waktu setempat. Perayaan ini menjadi kesempatan bagi umat Hindu untuk melakukan refleksi diri sebelum memasuki tahun baru. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN