Sunday, June 14, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Kemdiktisaintek Buka 100 Kuota untuk Diaspora Berdampak, Hibah hingga Rp70 Juta

Mistar.idKamis, 23 April 2026 08.36
AN
kemdiktisaintek_buka_100_kuota_untuk_diaspora_berdampak_hibah_hingga_rp70_juta

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka pendaftaran program Diaspora Berdampak dengan kuota 100 peserta. Pendaftaran dimulai pada 23 April 2026 pukul 16.00 WIB dan akan berlangsung hingga 30 September 2026 pukul 23.32 WIB.

Program Diaspora Berdampak merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memperkuat kolaborasi antara diaspora Indonesia yang berkarier di perguruan tinggi, lembaga riset, maupun industri global dengan dosen dan peneliti di dalam negeri.

Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan riset yang relevan, aplikatif, serta memberikan dampak nyata bagi Indonesia.

Melalui program ini, Kemdiktisaintek menargetkan peningkatan kapasitas riset dan perluasan jejaring akademik kampus dengan melibatkan para peneliti diaspora RI yang memiliki pengalaman internasional.

Peserta yang lolos akan memperoleh sejumlah manfaat, di antaranya dana hibah maksimal Rp70 juta yang diajukan oleh mitra dosen di perguruan tinggi host.

Selain itu, program ini juga memberikan akses ke jaringan riset nasional, peluang kolaborasi jangka panjang, penguatan rekam jejak internasional, serta dukungan mobilitas dan fasilitasi kegiatan.

Adapun syarat pengusul berasal dari dosen aktif di bawah Kemdiktisaintek yang telah mendapat persetujuan kampus dan berasal dari institusi yang tidak sedang dalam sanksi administratif.

Sementara itu, diaspora yang terlibat harus merupakan WNI yang berdomisili atau berkarier di luar negeri, memiliki afiliasi dengan institusi global, serta pengalaman kerja minimal dua tahun.

Bagi diaspora dari kalangan akademisi, diwajibkan memiliki publikasi di jurnal bereputasi dalam lima tahun terakhir serta pengalaman membimbing mahasiswa pascasarjana.

Sementara diaspora dari industri diutamakan berasal dari bidang riset dan pengembangan (R&D) atau pengembangan produk, serta memiliki portofolio proyek inovasi.

Dalam pelaksanaannya, program ini mencakup berbagai kegiatan seperti kuliah umum, diskusi roadmap penelitian, penyusunan proposal internasional, kolokium riset, hingga workshop manajemen riset dan kolaborasi internasional.

Selain itu, terdapat pula kegiatan mentoring peneliti muda, penyusunan paper sprint, serta workshop komersialisasi hasil riset, khususnya bagi diaspora dari sektor industri. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN