Tuesday, September 29, 2026
home_banner_first
BUDAYA

Kuku Natural Lagi Tren: Benarkah Tampil Sederhana Berarti Lebih Hemat?

Mistar.idSelasa, 29 September 2026 pukul 07.30 WIB
kuku_natural_lagi_tren_benarkah_tampil_sederhana_berarti_lebih_hemat

Ilustrasi: Kuku natural kini mulai menjadi trend dunia. (foto: Getty Images via BBC)

news_banner

Pada akhirnya, kebiasaan tersebut mulai terasa seperti kewajiban.

Scanlon kemudian memutuskan berhenti melakukan manikur secara rutin karena merasa waktunya bisa digunakan untuk hal lain.

“Ugh, ya Tuhan, saya harus pergi dan merapikan kuku,” katanya, menggambarkan perasaan yang akhirnya membuatnya bertanya apakah perawatan tersebut memang masih ia perlukan.

Di Indonesia, alasan ekonomi juga bisa menjadi pertimbangan yang semakin relevan.

Ketika biaya hidup meningkat, sebagian orang mungkin mulai menghitung kembali pengeluaran yang sebelumnya dianggap sebagai kebutuhan rutin.

Kuku tanpa kuteks terlihat seperti solusi sederhana.

Tetapi ada paradoks lain.

Kuku natural yang sempurna juga membutuhkan perawatan.

Bahkan, sebagian pelanggan salon memilih menggunakan kuku palsu transparan atau lapisan gel tipis untuk mendapatkan tampilan yang benar-benar menyerupai kuku asli.

Suzanne E. Shapiro, jurnalis mode dan penulis Nails: The Story of the Modern Manicure, menyebut kondisi tersebut sebagai sebuah ironi.

“Kuku alami ini juga sebenarnya tidak alami,” ujarnya kepada BBC. Menurutnya, tampilan tersebut tetap membutuhkan banyak perawatan dan terkadang layanan profesional yang cukup mahal.

Kesederhanaan Jadi Simbol Kemewahan

Di sinilah tren kuku natural mulai bersinggungan dengan fenomena quiet luxury.

Dalam beberapa tahun terakhir, kemewahan tidak selalu ditampilkan melalui logo besar, pakaian mencolok atau aksesori yang mudah dikenali.

Sebaliknya, kemewahan justru sering ditampilkan melalui sesuatu yang terlihat sederhana: pakaian dengan potongan bersih, warna netral, aksesori minimalis, dan penampilan yang seolah tidak berusaha terlalu keras.

Kuku natural cocok dengan estetika tersebut.

Tidak mencolok, tetapi tetap terlihat terawat.

Tidak mengatakan “saya baru dari salon”, tetapi orang tetap bisa melihat bahwa kuku tersebut dirawat.

Namun, kritikus melihat ada persoalan kelas sosial di balik cara masyarakat menentukan mana yang dianggap “elegan” dan mana yang dianggap “berlebihan”.

Beauty journalist Kristina Rodulfo mengatakan kepada BBC bahwa contoh kuku natural dalam tren tersebut sering kali ditampilkan melalui perempuan kulit putih atau selebritas.

Menurutnya, persoalan muncul ketika tampilan tertentu mulai dikaitkan dengan kelas sosial dan selera.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN