Kuku Natural Lagi Tren: Benarkah Tampil Sederhana Berarti Lebih Hemat?

Ilustrasi: Kuku natural kini mulai menjadi trend dunia. (foto: Getty Images via BBC)
Medan, MISTAR.ID - Ada masa ketika kuku yang dianggap cantik harus terlihat jelas dirawat: kuteks warna-warni, nail art, kuku panjang, hingga berbagai ornamen yang membuat ujung jari menjadi bagian dari penampilan.
Kini, arahnya justru berbalik.
Di media sosial, semakin banyak perempuan memamerkan kuku yang terlihat seperti tidak menggunakan apa pun. Warnanya bening atau sedikit mengilap, bentuknya pendek dan rapi, sementara kutikula terlihat bersih.
Sekilas, tampilannya sederhana. Bahkan seperti tidak melakukan perawatan sama sekali.
Namun, justru di situlah ironinya.
Untuk mendapatkan kuku yang terlihat “tidak dirawat”, sebagian orang tetap menghabiskan waktu dan uang di salon.
Fenomena ini sedang ramai dibicarakan di berbagai negara dan dikenal dengan sejumlah istilah, mulai dari bare nails, natural nails, hingga menjadi bagian dari tren clean look dan quiet luxury.
Di Indonesia, tren semacam ini juga mudah ditemukan di TikTok dan Instagram. Tampilan yang sebelumnya dianggap sekadar kuku biasa kini menjadi bagian dari estetika tersendiri: bersih, mengilap, minimalis, dan terlihat mahal tanpa harus menunjukkan kemewahan secara terang-terangan.
Dari “Nail Art” ke Kuku Alami
Paloma Buddemeier, pemilik Wumman Spa di London, mengatakan dalam beberapa bulan terakhir semakin banyak pelanggan datang ke salonnya dengan permintaan yang cukup unik.
Mereka tetap ingin kuku dikikir dan dipotong, kutikula dibersihkan, direndam, serta dilembapkan.
Namun setelah semua proses itu selesai, mereka justru tidak ingin menggunakan kuteks.
“Ini gila,” kata Buddemeier seperti dilansir BBC, Sabtu (26/9/2026).
Menurutnya, fenomena tersebut merupakan bagian dari tren kuku yang terlihat alami.
Di Indonesia, urusan kuku sebenarnya sudah lama menjadi bagian dari budaya perawatan diri.
Manikur dan pedikur bukan lagi sesuatu yang hanya dilakukan untuk acara khusus. Salon kuku tumbuh di pusat perbelanjaan, kawasan perkantoran, hingga lingkungan permukiman.
Bagi sebagian perempuan, merawat kuku menjadi bagian dari rutinitas, seperti merawat rambut atau melakukan perawatan wajah.
Namun, tren kuku natural menawarkan pendekatan berbeda.
Tidak perlu warna mencolok. Tidak perlu motif rumit. Tidak perlu kuku ekstra panjang.
Cukup pendek, bersih, sehat, dan mengilap.
Masalahnya, tampilan yang terlihat sederhana itu tetap memiliki standar.
Kuku harus rapi. Bentuknya harus seragam. Kutikula harus bersih. Permukaannya harus halus. Bahkan warna kuku yang terlalu kusam bisa dianggap mengganggu tampilan keseluruhan.
Less is More?
Salah satu alasan orang meninggalkan manikur adalah keinginan untuk menghemat waktu dan biaya.
Angela Scanlon, presenter televisi asal Irlandia, misalnya, mengaku pernah rutin pergi ke salon setiap dua minggu.
Ia melakukan berbagai jenis perawatan, mulai dari shellac hingga Builder In A Bottle.




































