Sunday, June 21, 2026
home_banner_first
WISATA

Bekas Tambang Pasir Disulap Jadi Ala Gurun Timur Tengah di Lombok

Mistar.idMinggu, 21 Juni 2026 pukul 10.51 WIB
EH
bekas_tambang_pasir_disulap_jadi_ala_gurun_timur_tengah_di_lombok

Padang Pasir Pantai Oetune yang berlokasi di Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Dok Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)

news_banner

Lombok, MISTAR.ID

Sebuah lokasi bekas tambang pasir besi di Dusun Dedalpak, Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, mendadak menjadi perhatian warganet.

Tempat yang sebelumnya merupakan area limbah tambang itu kini ramai dikunjungi wisatawan setelah viral di media sosial karena lanskapnya yang disebut menyerupai gurun di kawasan Timur Tengah.

Banyak pengunjung datang untuk mengabadikan momen di antara gundukan pasir yang menjulang. Tak sedikit yang mengenakan pakaian bernuansa Arab, seperti gamis dan sorban, demi mendapatkan hasil foto yang mendukung suasana layaknya berada di Jazirah Arab.

Selain berburu foto, sebagian wisatawan juga memilih menikmati panorama sambil menunggu matahari terbenam.

Salah seorang pengunjung, Asma Rani, 17 tahun, mengaku tertarik mendatangi lokasi tersebut setelah melihat unggahan yang ramai beredar di TikTok. Saat berkunjung, ia juga berfoto dengan konsep busana khas Timur Tengah.

"Tahunya dari TikTok. Ingin mencoba berfoto seperti yang lagi viral di medsos," ujar Asma, Sabtu (20/6/2026), dilansir dari detiktravel.

Daya tarik kawasan ini tidak hanya terletak pada hamparan pasirnya. Pengelola juga menyediakan aktivitas berkuda yang memungkinkan wisatawan berkeliling area bekas tambang sambil berfoto.

Menurut salah satu pengelola, Apriadi, layanan berkuda tersebut dikelola oleh warga setempat dan mendapat respons positif dari para pengunjung. Dengan tarif sekitar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu, wisatawan dapat merasakan pengalaman berkeliling gundukan pasir dengan suasana yang menyerupai gurun.

"Warga di sini yang menyewakan kudanya dan pengunjung juga sangat senang bisa mencoba naik kuda. Itu jadi daya tarik juga," kata Apriadi.

Ia menjelaskan, gundukan pasir yang kini menjadi objek wisata merupakan sisa material dari aktivitas penambangan pasir besi yang sebelumnya dikelola perusahaan P. AMG. Popularitas lokasi ini meningkat pesat dalam beberapa hari terakhir setelah banyak konten tentangnya beredar di media sosial.

"Mulai ramai sudah enam hari karena ramai di medsos. Banyak yang penasaran juga makanya ramai yang datang," tuturnya.

Saat ini, pengunjung hanya dikenakan biaya parkir sebesar Rp2 ribu. Dana yang terkumpul, kata Apriadi, akan digunakan untuk memperbaiki penataan kawasan sekaligus menambah berbagai fasilitas pendukung wisata.

"Uang parkirnya kami kumpulkan untuk menata tempat ini, supaya menarik lagi dan menambah fasilitas juga," ucap Apriadi.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, waktu terbaik adalah pada pagi atau sore hari ketika cuaca tidak terlalu terik. Untuk menemukan lokasi tersebut, pengunjung dapat mencari titik tujuan melalui Google Maps dengan kata kunci Pantai Muara Harapan. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN