Saturday, July 11, 2026
home_banner_first
SUMUT

Warga Desa Sinar Pagi Desak Bupati Dairi Tempatkan Bidan di Pustu

Mistar.idRabu, 13 Mei 2026 pukul 20.19 WIB
warga_desa_sinar_pagi_desak_bupati_dairi_tempatkan_bidan_di_pustu

Warga Desa Sinar Pagi saat melakukan audiensi ke Kantor Dinas Kesehatan Dairi. (Foto: Rika/Mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID

Warga Desa Sinar Pagi, Kecamatan Tanah Pinem, mendesak Bupati Dairi, Vickner Sinaga, agar segera menempatkan tenaga kesehatan (nakes) bidan untuk menunjang pelayanan persalinan ibu hamil di Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) Sinar Pagi.

Desakan tersebut disampaikan warga Desa Sinar Pagi melalui audiensi ke Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Dairi, Rabu (13/5/2026).

Rika Sihombing, melalui sambungan telepon dan WhatsApp kepada Mistar, Rabu (13/5/2026), mengatakan dalam kurun waktu dua tahun terakhir, sekitar 10 ibu hamil di Desa Sinar Pagi tidak mendapatkan layanan kesehatan memadai.

“Selama ini, ibu hamil harus pergi ke bidan di Desa Pardomuan, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, dengan menempuh perjalanan jauh dan kondisi jalan yang rusak parah. Itu sudah lama berlangsung dan warga, khususnya ibu hamil, dihadapkan pada tantangan yang mengerikan,” kata Rika.

Ia menambahkan, selain ibu hamil, terdapat lebih dari 30 balita di desa tersebut yang selama dua tahun terakhir juga tidak mendapatkan akses posyandu dan layanan kesehatan anak.

“Jumlah penduduk Desa Sinar Pagi lebih dari 120 kepala keluarga,” ujarnya.

Warga yang tergabung dalam organisasi perempuan saat audiensi ke Dinkes Dairi menyampaikan bahwa desa mereka telah hampir dua tahun tidak memiliki tenaga kesehatan bidan.

Mereka menilai ketiadaan bidan sangat berdampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, balita, lansia, serta penanganan kesehatan dasar lainnya.

Dalam audiensi tersebut, warga juga menyampaikan kondisi akses jalan keluar-masuk Desa Sinar Pagi yang masih sangat terbatas dan rusak parah agar menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Dairi.

“Infrastruktur yang rusak parah sangat berdampak. Warga yang berobat ke Pardomuan harus mengeluarkan ongkos ojek Rp160 ribu pulang pergi, belum termasuk biaya lainnya,” tutur Rika.

Karena itu, warga mendesak Bupati Dairi agar segera menempatkan tenaga kesehatan di Pustu Desa Sinar Pagi.

“Kami meminta hak dasar kami sebagai warga negara untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Dengan kondisi yang sulit seperti ini, pemerintah seharusnya memberikan perhatian serius,” ujar Layasna Berutu.

Rika kembali menuturkan, kekosongan tenaga kesehatan bidan selama dua tahun seharusnya menjadi perhatian prioritas Pemkab Dairi, terutama bagi desa terpencil yang membutuhkan pelayanan kesehatan dasar.

Bupati Dairi, Vickner Sinaga, saat dimintai tanggapan terkait desakan warga tersebut melalui WhatsApp, hanya menjawab singkat, “Setuju,” pada Rabu (13/5/2026).

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Dairi, dr Henry Manik, menjelaskan melalui WhatsApp bahwa pihaknya segera menempatkan bidan di Pustu Sinar Pagi.

“Sudah ada bidan yang akan ditempatkan di Pustu Sinar Pagi, paling lambat minggu depan. Sebelumnya sudah beberapa kali ditempatkan bidan, tetapi tidak ada yang betah tinggal di sana. Pernah juga ditempatkan bidan dari Pustu terdekat, tetapi tidak menetap di lokasi,” kata Henry.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN