Sunday, June 28, 2026
home_banner_first
SUMUT

Bupati Dairi Tunggu Laporan Resmi RSUD Sidikalang Terkait Dugaan Dokter Marahi Pasien

Mistar.idSelasa, 12 Mei 2026 pukul 11.20 WIB
bupati_dairi_tunggu_laporan_resmi_rsud_sidikalang_terkait_dugaan_dokter_marahi_pasien

IGD RSUD Sidikalang. (foto:manru/mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID

Bupati Dairi, Vickner Sinaga, menunggu laporan secara detail dari Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang terkait dugaan oknum dokter yang marah kepada pasien saat melakukan visite.

Hal itu disampaikan Bupati Dairi, Vickner Sinaga, saat dimintai tanggapan terkait pemberitaan pelayanan oknum dokter spesialis bedah berinisial EM di RSUD Sidikalang yang diduga marah-marah saat melakukan visite kepada pasien dan menjadi sorotan publik. Ia menyampaikan hal tersebut ketika dihubungi Mistar melalui WhatsApp, Selasa (12/5/2026).

“Saya belum ada panggil yang bersangkutan, belum itu, biar direktur RSUD tangani dulu secara internal. Saya menunggu laporan detailnya,” kata Bupati.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Dairi, dr. Henry Manik, saat dikonfirmasi Mistar melalui WhatsApp, Selasa (12/5/2026), membenarkan bahwa hingga saat ini belum ada pemanggilan terhadap oknum dokter spesialis bedah berinisial EM, baik oleh Dinkes maupun organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Belum ada infonya, EM dipanggil IDI,” kata Henry.

Diberitakan sebelumnya, pelayanan oknum dokter spesialis bedah berinisial EM di RSUD Sidikalang menjadi sorotan publik setelah diduga marah-marah saat melakukan visite kepada pasien.

Pasalnya, dua pasien mengaku ketakutan dan trauma. Salah satu pasien bahkan memilih Pulang Atas Permintaan Sendiri (PAPS) dari RSUD Sidikalang, Minggu (10/5/2026).

Pasien yang memutuskan PAPS, Jonny Sihombing (65), warga Desa Parbuluan, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, sebelumnya meluapkan kekecewaannya terhadap pelayanan RSUD Sidikalang dan memanggil sejumlah wartawan ke kamar nomor 4 Ruang Flamboyan.

“Saya sangat kecewa dengan pelayanan RSUD ini. Kami ketakutan dan trauma. Seharusnya dokter santun dan mampu menerangkan penyakit pasien. Mau orang kaya atau miskin, namanya pasien tidak bisa dibentak-bentak, termasuk keluarga yang menjaga juga dimarahi. Makanya saya langsung minta pulang sendiri,” kata Jonny.

Jonny mengaku awalnya mengalami infeksi dan gatal pada kaki yang menurutnya tidak terlalu parah saat pertama kali masuk RSUD pada Kamis (7/5/2026). Namun, setelah menjalani perawatan, kondisi kakinya justru disebut semakin membengkak.

“Aneh menurut saya, kaki saya yang sakit, tetapi dada yang dirontgen. Hasil dan tindak lanjut penyakit kaki saya juga tidak diberitahu seperti apa. Dokter datang marah-marah dengan suara keras, tetapi kaki saya tidak ditindak. Makanya saya minta pulang. Di RSUD ini saya bukannya mau sembuh, malah makin parah,” ujarnya.

Sementara itu, pasien lain yang berada di kamar yang sama, bermarga Nainggolan, juga mengaku trauma hingga mengalami tekanan darah tinggi akibat dokter berbicara dengan nada tinggi tanpa alasan yang jelas.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Sidikalang, dr. Lestina Sianturi, membenarkan adanya insiden tersebut.

“Ya benar ada informasi itu. Kejadiannya kurang lebih begini, dokter mau visite ke ruangan, tetapi keluarga pasien terlalu banyak di dalam ruangan sehingga dokter kesulitan melakukan pemeriksaan. Memang saat pemeriksaan, dokter berbicara dengan nada tinggi kepada keluarga pasien karena terlalu banyak yang berkumpul di ruangan,” kata Lestina saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (10/5/2026).

Menurut Lestina, berdasarkan keterangan perawat yang mendampingi dokter saat visite, dokter tersebut disebut sudah dua kali meminta maaf kepada keluarga pasien.

“Dokter menjelaskan bahwa terlalu banyak keluarga di ruangan bisa menjadi pembawa kuman. Karena itu dokter menyarankan jika ingin ramai-ramai menjenguk pasien, sebaiknya dilakukan saat pasien sudah pulang ke rumah,” ujarnya menirukan penjelasan perawat.

Namun, pihak keluarga kedua pasien membantah dokter telah datang meminta maaf secara langsung. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN