Warga Deli Serdang Beralih ke Pinjaman Online, Rentenir Mulai Tersaingi

Ilustrasi pinjaman online. (Foto: Istimewa)
Deli Serdang, MISTAR.ID
Sejumlah warga di beberapa kecamatan di Kabupaten Deli Serdang kini cenderung memilih layanan pinjaman online dibandingkan meminjam uang melalui rentenir atau koperasi simpan pinjam konvensional.
Peralihan tersebut dipicu oleh kemudahan akses serta proses pencairan dana yang dinilai lebih cepat. Warga menyebut pinjaman online dapat diakses tanpa prosedur rumit, bahkan dana bisa diterima dalam hitungan menit melalui rekening bank.
“Saat ini pinjaman online lebih praktis. Mau pinjam berapa saja bisa dan tidak perlu waktu lama. Prosesnya cepat dan tidak ribet,” ujar Susi, warga Kecamatan Beringin, Senin (6/4/2026).
Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pinjaman online juga dimanfaatkan oleh pelaku usaha kecil. Mereka menilai layanan tersebut memberikan kemudahan tanpa banyak persyaratan administratif.
“Prosesnya mudah dan cepat, tidak banyak batasan. Ini membantu untuk tambahan modal usaha,” kata Sadar, pedagang telur rebus keliling di kawasan Lubuk Pakam.
Di sisi lain, keberadaan pinjaman online mulai berdampak pada usaha pinjaman konvensional. Sejumlah pekerja koperasi simpan pinjam mengaku mengalami penurunan jumlah nasabah.
“Pasti berkurang. Pendapatan tidak seperti sebelumnya sejak banyaknya pinjaman online,” ujar Simarmata, pekerja koperasi simpan pinjam yang mengaku berasal dari Balam, Riau.
Meski demikian, warga lainnya mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dalam menggunakan layanan pinjaman online, khususnya terkait bunga, biaya tambahan, serta legalitas penyedia layanan.
Masyarakat diimbau untuk memastikan pinjaman online yang digunakan terdaftar dan diawasi oleh otoritas berwenang guna menghindari potensi risiko, seperti bunga tinggi dan penyalahgunaan data pribadi.
Belum diperoleh informasi maupun data resmi terkait jumlah peningkatan pengguna pinjaman online di wilayah Deli Serdang.
Namun, tren peralihan dari pinjaman konvensional ke layanan digital dinilai terus meningkat seiring kemudahan akses teknologi finansial di tengah masyarakat. (hm25)




















