Urai Kemacetan Pancur Batu-Sibolangit, Pemkab Deli Serdang Siapkan Jalur Alternatif

Plt Kepala Dinas Perhubungan Deli Serdang, TM Yahya, menyiapkan jalur alternatif dan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan. (Foto: Dokumentasi Diskominfostan Deli Serdang/Mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID - Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menyiapkan jalur alternatif dan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan di kawasan Pancur Batu-Sibolangit, khususnya pada akhir pekan dan hari besar.
Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Perhubungan Deli Serdang, TM Yahya, kepada Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, Wakil Bupati Lom Lom Suwondo, bersama perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara dan kepala seksi balai, Selasa (11/8/2026).
"Jalur Jamin Ginting kawasan Pancur Batu-Sibolangit merupakan jalur utama penghubung Medan-Berastagi dengan volume lalu lintas tinggi. Kepadatan yang rutin terjadi pada Sabtu, Minggu dan hari besar berdampak pada waktu tempuh serta keselamatan lalu lintas," jelas TM Yahya.
Untuk mengurangi beban ruas utama, lanjutnya, salah satu jalur alternatif dari arah Medan menuju Berastagi yang disiapkan melalui Simpang Kongsi/Hairos-Simpang Sungai Nangka-Simpang Gereja Katolik-Simpang Namo Simpur hingga keluar di Gapura Desa Pertampilen, dengan jarak sekitar 4,7 kilometer.
Sementara dari arah Berastagi menuju Medan, salah satu rute alternatif melalui Jalan Srikandi-Jalan Mesjid-Jalan Namori hingga kembali ke Jalan Jamin Ginting, dengan jarak sekitar 1,2 kilometer.
Kemudian, opsi lain yakni melalui rute Simpang Sekolah SMA Swasta Deli Murni Sibolangit-Simpang Tiga Kutalimbaru Desa Serugun-Desa Tambunen-Simpang Goa Kemang Jalan Jamin Ginting. Total jarak tempuh yakni 10 kilometer dengan akses satu lajur.
Selain itu, rute lainnya yang bisa diakses yakni Simpang Sekolah SMA Swasta Deli Murni Sibolangit-Simpang Tiga Kutalimbaru Desa Serugun-Jalur Medan Magnet-Arhanud-keluar melalui Simpang Tuntungan. Total jarak 39 kilometer dengan kondisi eksisting dua lajur.
Sejumlah jalur alternatif tersebut direkomendasikan menggunakan sistem satu arah menyesuaikan kondisi dan lebar jalan. Yahya juga telah memasang rambu petunjuk dan cermin tikungan di sejumlah titik, sementara pengaspalan dan pemasangan marka jalan masih berproses.
"Pada Sabtu, Minggu dan hari besar, personel Dishub bersama pemerintah kecamatan dan desa, Polsek serta Koramil akan bersinergi mengarahkan kendaraan pribadi roda empat menggunakan jalur alternatif pada titik-titik simpang yang telah disepakati," ungkapnya.
Bupati meminta agar jalur-jalur alternatif ini segera diujicobakan sekaligus disosialisasikan agar tujuan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas di jalur utama dapat terwujud. (hm25)




















