Tuesday, June 30, 2026
home_banner_first
SUMUT

Stok Pupuk Toba Aman, Dinas Pertanian Soroti Keterlambatan Penebusan oleh PUD

Mistar.idSelasa, 30 Juni 2026 pukul 17.39 WIB
stok_pupuk_toba_aman_dinas_pertanian_soroti_keterlambatan_penebusan_oleh_pud

Pupuk subsidi yang dijual kios dari Pupuk Indonesia. (Foto:Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID (30/6/2026) – Dinas Pertanian Kabupaten Toba memastikan kuota pupuk subsidi dari Pupuk Indonesia hingga Juni 2026 masih aman untuk didistribusikan di Kabupaten Toba. Namun, kendala justru terjadi pada Pelaku Usaha Distribusi (PUD) yang kerap terlambat melakukan penebusan pupuk.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Lena Pardede, melalui Kepala Bidang Prasarana dan Sarana, Lailan Siregar, mengatakan terdapat sekitar lima PUD di kabupaten tersebut, yakni CV Kilang Padi Saurma, PT Andalas Global Utama, PT Bintang Petani Agro Mandiri, PT Parlinggoman Sejahtera Abadi, dan PT Torustupa Gemilang Bersama.

"Meskipun ada lima PUD di kabupaten ini, hal itu tidak menjamin penyaluran tepat waktu ke kios dan sampai kepada petani, sebab PUD kerap terlambat melakukan penebusan ke Pupuk Indonesia," ujar Lailan, Selasa (30/6/2026).

Lailan mengaku pihaknya kerap merasa kesal dengan keterlambatan PUD dalam melakukan penebusan pupuk. Padahal, permintaan kuota pupuk untuk Toba telah disetujui dan direalisasikan melalui SK Dinas Pertanian, sehingga ketersediaan pupuk dari Pupuk Indonesia dinyatakan aman tanpa pengurangan pada tahun 2026.

"Dampak dari tidak ditebusnya pupuk subsidi dari Pupuk Indonesia, yang disalahkan tentu dinas yang dianggap tidak tanggap terhadap petani. Padahal petani sudah lebih dulu membayar pembelian pupuk, tetapi kios tidak kunjung menyediakan pupuk karena belum disalurkan oleh PUD," ujarnya.

Menurut Lailan, pihaknya baru-baru ini telah menyurati Pupuk Indonesia karena ketidakkooperatifan PUD dalam melakukan penebusan. Kondisi tersebut membuat distribusi pupuk kerap terlambat, meskipun petani sudah memasuki masa pemupukan tanaman.

"Kami berharap keluhan masyarakat petani dan kios pupuk subsidi dapat disampaikan melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang terus memantau wilayah tugasnya dan secara rutin melaporkan ke Dinas Pertanian Toba, sehingga dapat segera diteruskan ke Pupuk Indonesia. Sudah seharusnya kita tanggap terhadap kebutuhan pupuk subsidi bagi petani di Toba," katanya.

Lailan juga menjelaskan, kuota pupuk tahun 2026 untuk lima PUD tersebut bervariasi sesuai SK Dinas. Rinciannya, CV Kilang Padi Saurma memperoleh urea sebanyak 3.728 ton dan NPK 4.654 ton. PT Andalas Global Utama mendapat urea 1.696 ton dan NPK 2.249 ton. PT Bintang Petani Agro Mandiri memperoleh urea 893 ton dan NPK 1.243 ton. PT Parlinggoman Sejahtera Abadi mendapat urea 1.574 ton dan NPK 1.842 ton, serta PT Torustupa Gemilang Bersama dengan urea 523 ton dan NPK 693 ton.

"Sementara itu, dari lima PUD tersebut, pada Juni 2026 target realisasi untuk urea sebanyak 519 ton, sedangkan yang ditebus PUD baru 337 ton. Untuk NPK, target realisasi 816 ton, sementara yang ditebus baru 425 ton," tuturnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN