Puncak HUT ke-81 Tapteng di Lokasi Bencana, Osen Hutasoit Bangkitkan Semangat Warga

Penyanyi dan pencipta lagu Batak, Osen Hutasoit. (foto: feliks/mistar)
Tapteng, MISTAR.ID - Penyanyi dan pencipta lagu Batak, Osen Hutasoit, menghibur korban bencana alam pada acara malam puncak peringatan hari jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis (27/8/2026) malam.
Osen mengaku sangat senang dapat hadir di Tapteng untuk menghibur warga Hutanabolon dan Sipange, Kecamatan Tukka dan warga lainnya yang terdampak bencana.
"Saat bencana tepatnya Desember 2025 lalu, saya sudah hadir di sini dan hari ini juga saya hadir bersama kalian dengan menemukan cinta yang sangat luar biasa dari kalian," katanya.
Penyanyi yang menekenuini jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara (USU) itu, mengatakan menghibur warga Tapteng merupakan kado yang terindah pada HUT ke-81 ini.
"Tahun lalu, pada saat peristiwa banjir kita tidak dapat bertemu secara langsung, namun hari ini kita sudah dapat saling bertemu dan bertatap muka yang diwujudkan Bupati Masinton yang menghubungi saya secara langsung yang mengajak untuk sama-sama berdoa agar Tapteng senantiasa diberkahi Tuhan," katanya.
HUT Kabupaten Tapteng ke-81 sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Perayaan puncak tahun ini sengaja dipusatkan di lokasi terdampak bencana yang terletak di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka.
Ribuan warga tampak hadir dengan antusias dan bersukacita menikmati rangkaian hiburan yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng.
Pemilihan lokasi ini sarat akan makna mendalam, yakni sebagai simbol nyata kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat untuk bangkit bersama serta menata kembali Kabupaten Tapteng pasca musibah bencana alam yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Rangkaian acara malam puncak diawali dengan Pawai Obor yang melibatkan masyarakat secara luas, melambangkan transisi dari "gelapnya" masa-masa sulit akibat bencana menuju terbitnya semangat baru untuk kembali membangun daerah.
Kemeriahan malam puncak semakin terasa hangat berkat kehadiran para pengisi acara ternama dan talenta lokal. Warga dihibur oleh penampilan spesial dari Marsada Band, Osen Hutasoit, serta deretan band dan penyanyi local diantaranya Deta Voice, Naura Band, Dian Nazara, Hijrah, Radha. Nuansa kebudayaan lokal juga kental terasa melalui penampilan Tarian Tortor yang dibawakan dengan apik oleh Anak-anak Kelurahan Sipange.
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, menyampaikan penyelenggaraan kegiatan seni dan musik ini diinisiasi untuk membangkitkan kembali moril dan semangat masyarakat pasca bencana.
"Melalui seni musik kita bangkitkan kembali rasa persaudaraan kita. Melalui seni musik kita bangunkan kembali jiwa-jiwa kita, mental kita yang selama ini kita larut dalam kesedihan. Tentu kita tidak melupakan peristiwa bencana, dan ini adalah menjadi tugas kami bersama, tugas Pemkab, instansi vertikal, Forkopimda, beserta masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan alasan historis di balik pemilihan Kelurahan Sipange sebagai lokasi acara. Wilayah tersebut dulunya merupakan kawasan sawah dan kebun yang menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat setempat.
"Dari tanah, di atas tanah tempat kita berdiri hari ini adalah tanah yang memberikan kehidupan masyarakat di Sipange dan Tukka. Dan sekarang tanah ini sedang kena bencana, maka kita pastikan tanah dan alam Tapteng akan memberikan kehidupan kita kembali," tuturnya.






















