Petani Toba Beralih ke Bawang Merah, Untungnya 5 Kali Lipat Jagung

Tanaman bawang yang ditanam R. Silaban, dua pekan lagi akan dipanen. (Foto:Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Petani di Desa Patane 1, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba mulai berminat menggeluti budidaya tanaman bawang merah. Harga jual per kilogram dinilai lebih menjanjikan dibandingkan tanaman jagung yang selama ini digeluti warga di lahan kering miliknya.
Seperti disampaikan salah seorang warga, R. Silaban, bahwa mayoritas warga Desa Patane 1 memiliki lahan persawahan untuk menanam padi, hanya sedikit lahan kering untuk budidaya tanaman lain seperti jagung, singkong, dan sebagainya.
"Untuk tanaman jagung atau singkong sangat sulit ditanam di lahan persawahan. Harus membuat bedengan yang mempersempit lahan dan hasilnya belum maksimal, sementara untuk bawang, lahan sedikit bisa menghasilkan panen maksimal," ucapnya.
Ia menambahkan, ketertarikannya pada budidaya bawang merah muncul setelah melihat tetangganya merubah lahan persawahan untuk tanaman bawang, dan ternyata dapat tumbuh subur. Ditambah lagi, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di desanya juga melakukan usaha budidaya bawang merah.
"Untuk mencobanya, pertama saya menanam bawang merah sekitar sepuluh kilogram bibit. Ternyata hasilnya lumayan banyak, dan hasil panen tersebut saya jadikan bibit untuk ditanam kembali," katanya sambil menunjukkan tanaman bawangnya.
Selanjutnya, ia mengatakan, selain tanaman yang ditanamnya untuk kedua kalinya dan akan dipanen sekitar dua pekan lagi, dirinya juga sedang menanam di lahannya seluas dua rantai lebih dengan bibit seberat 250 kilogram. Lahan tersebut sebelumnya digunakan untuk menanam jagung.
"Jika tidak salah prediksi, hasil panen jagung untuk dua rantai maksimal paling 400 hingga 500 kilogram dengan harga per kilogram Rp6.000. Sementara panen bawang untuk dua rantai jika bagus bisa menghasilkan 1.500 kilogram dengan harga per kilogram Rp25.000–Rp30.000. Jelas budidaya bawang merah lebih untung," ujarnya berharap. (hm27)





















