Petani Porsea Tunda Penanaman Padi, Bawang Merah Terancam Gagal Panen

Bibit bawang merah yang ditanam salah satu petani bernama Aldi belum menunjukkan tunas karena Porsea belum diguyur hujan sejak satu bulan belakangan, Selasa (27/1/2026). (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Para petani di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, masih menunda penanaman padi hingga hari ini, Selasa (27/1/2026). Penundaan terjadi karena sudah satu bulan wilayah Porsea tidak diguyur hujan.
Salah seorang petani padi di Porsea, M. Situmorang, mengatakan bahwa mereka tidak bisa menanam karena tidak tersedianya air di lahan sawah.
“Sudah hampir tiga pekan kami menunda menyemai padi karena hujan tidak kunjung datang sebulan belakangan. Sawah kami seperti perladangan darat karena tidak ada setetes air,” ujarnya kepada Mistar.
Situmorang menjelaskan bahwa area sawah mereka merupakan lahan tadah hujan. “Apabila sekali dalam sepekan tidak turun hujan, maka lahan menjadi kering kerontang. Terlebih di musim tanam sangat membutuhkan air hujan,” ucapnya.
Petani lainnya, Aldi, juga berharap hujan segera turun dalam waktu dekat. Jika dalam tiga hari hujan tidak turun maka tanaman bawang yang ia tanam akan gagal panen.
"Hujan tidak kunjung turun, akibatnya 3.000 tanaman bawang saya terancam gagal panen. Hampir 2.000 bibit bawang belum muncul tunas. Padahal modal yang saya keluarkan untuk budidaya bawang ini mencapai Rp10 juta," ujar Aldi.
Menurut Aldi, tanaman bawang membutuhkan hujan dua kali dalam satu pekan sejak bibit ditanam.
“Sementara sejak saya menanam bibit bawang, belum ada satu kali pun hujan turun di sini. Jika menyiram secara manual, saya tidak akan mampu menyuplai air. Sekarang hanya bisa pasrah dan berdoa segera turun hujan. Sudah dipastikan penanaman kali ini gagal sekitar 60 persen," tuturnya. (hm20)





















