Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pelanggaran Lalu Lintas di Sumut Turun 55 Persen, Polda Catat 1.348 Kasus di Hari ke-9 Operasi Keselamatan Toba 2026

Mistar.idRabu, 11 Februari 2026 pukul 10.11 WIB
pelanggaran_lalu_lintas_di_sumut_turun_55_persen_polda_catat_1348_kasus_di_hari_ke9_operasi_keselamatan_toba_2026

Personil Direktorat Lalulintas Polda Sumut saat melakukan penindakan di lapangan. (foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kombes Ferry Walintukan, mengatakan hingga hari ke-9 Operasi Keselamatan Toba 2026, pihaknya dari Direktorat Reserse Lalu Lintas Polda Sumut telah mencatat sebanyak 1.348 kasus pelanggaran lalu lintas.

Kata Ferry, angka ini tidak terlalu tinggi apabila dibandingkan dengan pelanggaran yang ditemui pihaknya pada tahun 2025 lalu. “Dari jumlah, angka ini menurun 55,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 dengan jumlah kasus sebanyak 3.002,” ujar Kombes Ferry, Rabu (11/2/2026) pagi.

Sementara itu, melalui penindakan secara sistem elektronik (ETLE), pihaknya mencatat ada 241 kasus. Jumlah ini meningkat cukup signifikan jika dibandingkan dengan penindakan sebelumnya. Lalu, untuk penindakan non-ETLE atau tilang manual, mengalami penurunan dengan jumlah penindakan sebanyak 52 kasus, sementara di tahun 2025 lalu tercatat 837 kasus.

“Untuk tilang teguran kepada pelanggar juga menurun menjadi 1.016 dari 2.124 pada tahun lalu,” tegas Ferry.

Perwira menengah Polri itu menambahkan, dalam operasi kali ini personel kepolisian memberikan perhatian khusus terhadap kendaraan yang berpotensi membahayakan keselamatan. Dalam kurun waktu 9 hari, tercatat ada 34 kasus penindakan terhadap kendaraan over dimension dan overloading (ODOL), serta 5 kasus kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum (travel) tanpa izin.

Dijelaskan Ferry, secara akumulatif dari hari pertama hingga hari kedelapan, jumlah total penindakan tercatat 9.345 tindakan, dengan rincian ETLE sebanyak 1.440 kasus, non-ETLE 538 kasus, teguran 7.296, penindakan travel ilegal 11 kasus, dan ODOL sebanyak 60 kasus.

Lulusan Akpol 1996 itu juga menegaskan, selama Operasi Keselamatan Toba 2026 ini, pihaknya mengedepankan edukasi dan pencegahan. Penurunan angka pelanggaran hingga lebih dari 55 persen ini menjadi indikator bahwa masyarakat mulai memahami pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.

Ferry menegaskan, penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional dan proporsional, terutama terhadap pelanggaran yang berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan. Ia juga mengajak seluruh pengguna jalan untuk terus mematuhi aturan lalu lintas. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN