Wednesday, July 15, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pelajar SMA di Samosir Tewas Diduga Akibat Tekanan Ekonomi, Rapidin Simbolon Soroti Peran Pemerintah

Mistar.idSelasa, 31 Maret 2026 pukul 16.08 WIB
pelajar_sma_di_samosir_tewas_diduga_akibat_tekanan_ekonomi_rapidin_simbolon_soroti_peran_pemerintah

Anggota DPR RI Komisi XIII, Rapidin Simbolon. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID

Anggota DPR RI Komisi XIII, Rapidin Simbolon, menyoroti keras peristiwa tewasnya seorang pelajar SMA di Kabupaten Samosir yang diduga mengakhiri hidup akibat tekanan ekonomi.

Rapidin menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut, sekaligus mempertanyakan kehadiran negara dalam melindungi masyarakat miskin, khususnya anak-anak yang rentan.

“Ini sangat miris. Jika benar motifnya karena faktor ekonomi, maka yang paling bertanggung jawab adalah pemerintah, khususnya pemerintah daerah. Negara lalai dan tidak hadir bagi rakyat miskin,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Ia menegaskan, dalam UUD 1945 Pasal 34 Ayat 1 disebutkan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pemberdayaan, dan perlindungan sosial.

Menurutnya, kondisi tersebut bertolak belakang dengan realitas di Samosir, di mana masih ada warga yang terhimpit kemiskinan tanpa intervensi maksimal dari pemerintah daerah.

“Di mana pemerintah daerah saat masyarakatnya mengalami kesulitan ekonomi yang begitu berat?” kata Rapidin.

Ia juga mengkritik Pemerintah Kabupaten Samosir yang dinilai tidak sigap mengantisipasi dampak kemarau panjang serta tidak memiliki kebijakan jaring pengaman sosial yang memadai.

Menurut Rapidin, kebijakan anggaran daerah dinilai tidak berpihak pada kondisi masyarakat, termasuk kegiatan hiburan yang menghadirkan band papan atas seperti Ungu.

Selain itu, ia secara khusus mengkritik pengadaan mobil dinas Bupati Samosir senilai Rp3,1 miliar di tengah kondisi masyarakat yang masih dilanda kesulitan ekonomi.

“Di saat masyarakat kesulitan, pembelian mobil dinas mewah itu mencerminkan tidak adanya empati dan kepekaan terhadap kondisi rakyat,” tegasnya.

Ia juga menyinggung kasus korupsi bantuan sosial yang menjerat pejabat Dinas Sosial, yang seharusnya diperuntukkan bagi warga terdampak bencana di wilayah Sihotang, Kecamatan Harian.

Menurut Rapidin, kondisi tersebut memperlihatkan lemahnya tata kelola bantuan sosial sekaligus memperparah beban masyarakat yang membutuhkan.

Lebih lanjut, ia mengkritik pemerintah daerah yang dinilai lebih fokus pada pencitraan di media sosial dibandingkan menyelesaikan persoalan riil di lapangan.

“Pemerintah terlihat aktif membangun citra, tetapi kemiskinan masih terjadi di mana-mana. Ini menunjukkan kondisi yang sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Ia juga menilai kepala daerah jarang turun langsung ke tengah masyarakat untuk melihat kondisi nyata, serta lebih banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan di luar daerah.

Atas kondisi tersebut, Rapidin mendesak pemerintah pusat untuk turun tangan langsung dalam menangani persoalan kemiskinan di Samosir.

“Pemerintah pusat harus hadir dan memastikan persoalan kemiskinan ini ditangani serius hingga ke desa-desa,” tegasnya.

Peristiwa tragis ini, lanjutnya, harus menjadi alarm keras bagi seluruh pihak agar lebih peduli terhadap kondisi sosial dan ekonomi pelajar, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali, pungkas Rapidin.

Perlu diketahui, seorang pelajar laki-laki berusia 16 tahun asal Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di kamar mandi oleh anggota keluarganya.

Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar dan langsung dilaporkan kepada aparat setempat untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Simanindo, Iptu Ramadan Siregar, menyampaikan bahwa dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya dipicu tekanan ekonomi keluarga. Kondisi tersebut diduga memicu stres dan kekecewaan yang dialami korban.

Menurut keterangan, korban sebelumnya beberapa kali meminta kebutuhan sekolah kepada orang tuanya, namun belum dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN