Kadis SDABMBK Medan Lakukan Pengendalian Banjir di Kelurahan Sempakata

Kadis SDABMBK Kota Medan, Khairul Azmi. (Foto: Media Sosial SDABMBK Medan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) segera melakukan upaya pengendalian banjir di Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang.
Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya aduan warga kepada pimpinan DPRD Kota Medan terkait banjir yang kerap terjadi di Kelurahan Sempakata.
"Begitu aduan itu masuk, kami bersama pihak kewilayahan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Untuk penanganan sementara, kami sudah melakukan normalisasi drainase dan pengoreksian sedimentasi di sana," ujar Kadis SDABMBK Kota Medan, Khairul Azmi, saat dikonfirmasi Mistar, Selasa (14/7/2026).
Untuk memperlancar aliran drainase, Azmi mengatakan pihaknya juga membongkar sejumlah beton yang menutup jalannya air.
"Sejauh ini upaya sementara yang kami lakukan cukup efektif mengatasi permasalahan banjir di sana. Debit air yang ada bisa ditampung sehingga banjir dapat diminimalisasi," katanya.
Untuk penanganan jangka panjang, Azmi menjelaskan pihaknya akan melakukan pelebaran drainase dengan pemasangan U-Ditch, membuat sodetan agar air dapat langsung mengalir ke sungai, serta membangun kolam retensi.
"Ketiga solusi tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun anggaran 2027. Pemasangan U-Ditch akan kami anggarkan dan pembangunannya dimulai pada awal tahun depan," jelasnya.
Terkait pembuatan sodetan, Azmi mengatakan pihaknya masih melakukan kajian agar sodetan tersebut dapat berfungsi secara efektif mengalirkan debit air dari hulu menuju Kelurahan Sempakata.
"Sodetan pertama akan melewati Jalan Jamin Ginting yang merupakan jalan nasional. Karena itu, kami akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) agar pembangunan sodetan dapat dilakukan pada awal tahun depan. Sementara sodetan kedua akan melalui Jalan Flamboyan Raya. Untuk yang ini tidak ada kendala dan bisa langsung dikerjakan tahun depan," sebutnya.
Sementara untuk pembangunan kolam retensi, lanjut Azmi, pihaknya telah mendapatkan lokasi yang nantinya akan dibebaskan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan.
"Alhamdulillah, lahannya sudah ada dan tinggal proses pembebasan. Kami akan segera menyurati Dinas Perkim (PKPCKTR) agar pembebasan lahan dapat dianggarkan tahun depan. Setidaknya tahun depan proses pembebasan lahan sudah dilakukan. Setelah itu baru pembangunan fisik dilaksanakan. Mohon dukungan masyarakat, kami akan tuntaskan persoalan banjir tersebut," pungkasnya.
Sebelumnya, perwakilan warga Kelurahan Sempakata mendatangi Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, untuk menyampaikan persoalan banjir yang telah berlangsung selama belasan tahun dan tak kunjung mendapat solusi.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan banjir selalu terjadi setiap kali hujan dan telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat. (hm25)




















