Pelajar SMA di Samosir Tewas Gantung Diri, Pemerhati Pendidikan Angkat Bicara

Pemerhati pendidikan, Sudirman Simarmata. (Foto: Pangihutan/Mistar)
Samosir, MISTAR.ID
Tewasnya seorang pelajar SMA bernama Putra Junius Sidabutar, 15 tahun, siswa kelas X SMA Negeri 1 Simanindo, Kabupaten Samosir, ditemukan tewas gantung diri, di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Simanindo, Minggu (29/3/2026).
Peristiwa ini diduga karena tekanan ekonomi keluarga yang berdampak pada kondisi psikologis korban.
Pemerhati pendidikan, sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Lembaga Swadaya Forum Komunikasi Gerakan Cinta Entitas Indonesia (PLSFK Graceindo), Sudirman Simarmata, menilai kejadian ini sebagai peringatan keras bagi pemerintah daerah.
“Ini alarm keras bagi Pemkab Samosir. Jangan sampai pembangunan hanya berorientasi pada fisik, sementara kondisi psikologis dan sosial pelajar diabaikan,” ujarnya di Pangururan, Selasa (30/3/2026).
Ia menegaskan, sekolah tidak boleh hanya menjadi tempat transfer ilmu. Tetapi, juga harus memiliki sistem pendampingan aktif bagi siswa, terutama yang mengalami tekanan ekonomi.
Menurutnya, lemahnya sistem perlindungan siswa menjadi faktor krusial yang harus segera dibenahi.
Ia juga menyoroti perlunya integrasi antara Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan layanan kesehatan dalam menangani persoalan siswa rentan.
“Pemerintah harus serius. Jangan menunggu korban berikutnya baru bergerak,” katanya.
Sudirman juga mengkritik lemahnya koordinasi antarinstansi dalam mendeteksi siswa yang berada dalam kondisi rentan. Program bantuan dinilai belum tepat sasaran, sementara layanan konseling di sekolah masih minim dan cenderung formalitas.
“Ini bukan sekadar tragedi pribadi, tetapi kegagalan sistemik. Di mana negara saat pelajar menghadapi tekanan hidup” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Samosir belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah penanganan pascakejadian.
Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapannya. Begitu juga dengan Sekretaris Daerah, Marudut Tua Sitinjak. (hm20)






















