NTP Sumut Juni 2026 Turun 2,36 Persen, Daya Beli Petani Tertekan

Para petani yang sedang menanam padi. (foto:geotimes/mistar)
Medan, MISTAR.ID (10/7/2026) — Indikator kesejahteraan petani di Sumatera Utara yang dicatat Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengalami penurunan.
Pada Juni 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) Sumut tercatat sebesar 156,14 atau turun 2,36 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 159,92.
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, mengungkapkan NTP merupakan penghitungan secara kuantitatif yang penting untuk mengukur tingkat daya beli petani di pedesaan.
"Angka tersebut menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi ataupun biaya produksi," katanya, Jumat (10/7/2026).
Penurunan NTP Sumut ini disebabkan oleh melemahnya indeks di lima subsektor pertanian. Penyusutan terdalam terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat.
Pada subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan sebesar 3,21 persen, peternakan 1,91 persen, hortikultura 1,27 persen, tanaman pangan 0,51 persen, dan perikanan 0,17 persen.
Kemudian, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) di Sumut juga mengalami penurunan. Saat ini, NTUP berada di level 160,58 atau turun 2,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"NTUP ini hanya membandingkan indeks harga yang diterima petani dengan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal," ucapnya. (hm27)
























