Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Musim Panas Berkepanjangan, Petani Semangka Sumut Alami Kerugian

Mistar.idJumat, 27 Maret 2026 pukul 20.38 WIB
musim_panas_berkepanjangan_petani_semangka_sumut_alami_kerugian

Petani semangka penjual hasil panennya kepada pedagang buah di Lubuk Pakam. (foto:sembiring/ mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Petani semangka di sejumlah wilayah di Sumatera Utara, khususnya Kecamatan Perbaungan dan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, serta Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, mengaku mengalami kerugian akibat musim panas yang berkepanjangan.

Penurunan hasil panen disebut cukup signifikan dibandingkan musim sebelumnya. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pendapatan petani yang mengandalkan komoditas semangka sebagai sumber penghasilan utama.

Rudini, seorang petani semangka asal Kecamatan Pantai Cermin, mengatakan hasil panen kali ini jauh dari harapan. Ia menyebut produksi dari lahan seluas 10 rante yang biasanya memberikan keuntungan, kini menurun drastis.

“Biasanya hasil panen semangka dari 10 rante sudah lumayan untung. Tapi panen kali ini hanya dapat beberapa ratus kilogram saja,” ujar Rudini saat menjual hasil panennya kepada pedagang buah di Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, Jumat (27/3/2026).

Meski demikian, Rudini masih bersyukur karena hasil panennya masih mampu menutup modal. Ia menyebut tidak sedikit petani lain yang justru mengalami kerugian lebih besar.

“Meski hasilnya tidak maksimal, tapi masih bisa balik modal. Banyak petani lain, jangankan balik modal, malah rugi besar,” tambahnya.

Menurutnya, kondisi cuaca panas yang berlangsung cukup lama menjadi faktor utama menurunnya produksi semangka. Upaya penyiraman menggunakan mesin pompa pun dinilai belum mampu mengimbangi dampak kekeringan terhadap tanaman.

Hal serupa juga disampaikan Supri, petani semangka asal Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Ia mengaku hasil panennya tidak memberikan keuntungan besar, namun masih cukup untuk menutupi biaya pengolahan lahan.

Para petani berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, terutama dalam menghadapi dampak perubahan cuaca ekstrem, agar keberlangsungan usaha pertanian tetap terjaga dan kerugian dapat diminimalkan. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN