Merasa Nama Hilang dari Data Bantuan Banjir, Warga Segel Kantor Lurah Budi Luhur Tapteng

Emak-emak korban bencana banjir bandang dan tanah longsor saat mendatangi dan menyegel pintu kantor Lurah Budi Luhur. (foto:feliks/mistar)
Tapteng, MISTAR.ID
Puluhan warga korban bencana banjir bandang dan tanah longsor mendatangi serta menyegel pintu Kantor Lurah Budi Luhur, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (15/6/2026).
Warga yang mayoritas emak-emak itu mengungkapkan bahwa mereka melakukan penyegelan karena nama mereka tidak tercantum dalam data penerima bantuan jaminan hidup (Jadup) dan stimulan perbaikan rumah, meski telah beberapa kali melengkapi dan mengurus persyaratan.
Suasana semakin memanas ketika warga tidak menemukan Lurah Budi Luhur di kantor untuk mempertanyakan kapan bantuan bagi korban banjir yang dijanjikan pemerintah akan direalisasikan.
Kekecewaan warga akhirnya berujung pada aksi penyegelan kantor sebagai simbol perlawanan terhadap pelayanan publik yang dinilai tidak berpihak kepada korban bencana.
“Hingga kini kami belum tahu kapan bantuan itu cair. Ironisnya, meski kami telah berulang kali melengkapi data dan mengurus berbagai persyaratan, nama kami sebagian tetap tidak terdata,” ujar Marini Chaniago, mewakili salah seorang peserta aksi.
Ia menegaskan bahwa tidak adanya kepastian dan minimnya informasi membuat mereka merasa ditinggalkan setelah menjadi korban bencana.
“Maka itu, kami datang untuk mempertanyakan transparansi pendataan serta mekanisme penyaluran bantuan yang hingga kini belum kami rasakan,” ucapnya.
Sementara itu, Lurah Budi Luhur, Nurul A. Simatupang, didampingi sejumlah kepala lingkungan (kepling), membenarkan adanya aksi penyegelan kantornya oleh warga.
“Yang terjadi dikarenakan adanya nama-nama penerima Jadup, di mana nama-nama yang sudah kami usulkan tidak semuanya keluar secara merata,” katanya.
Ia juga memastikan seluruh warga yang telah melengkapi dan mengurus persyaratan untuk menerima bantuan Jadup dan stimulan perbaikan rumah rusak telah diakomodasi dalam proses pendataan.
“Tidak benar nama-nama mereka kami hilangkan dalam data bantuan Jadup dan stimulan perbaikan rumah itu,” ucapnya. (hm27)
























