Lambaian Tangan Terakhir, Rekan Ungkap Firasat Sebelum Busito Tewas Ditabrak KA Putri Deli

Lintasan kereta api di Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, telah dipasang portal buka tutup setelah terjadi kecelakaan. (Foto: Hendra/Mistar)
Sergai, MISTAR.ID – Kepergian Busito alias Gabus, 55 tahun, sopir dump truk yang tewas setelah tertabrak Kereta Api (KA) Putri Deli di perlintasan tanpa palang pintu di Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekannya.
Salah seorang rekan sesama sopir dump truk, Budi, 28 tahun, mengaku sempat melihat lambaian tangan dari korban sesaat sebelum kecelakaan terjadi. Menurutnya, sikap Busito saat itu berbeda dari biasanya.
"Dia melambaikan tangan. Biasanya setiap kami berpapasan di jalan, almarhum hanya menganggukkan kepala. Tidak lama setelah itu terdengar kabar truk Busito tertabrak kereta api," ujar Budi, Selasa (4/8/2026) malam.
Budi mengatakan, sebelum kecelakaan, Busito baru pertama kali mengangkut tanah galong dari lokasi galian di pinggiran Sungai Ular untuk bahan baku pembuatan batu bata di Kecamatan Pagar Marbau.
"Baru kali itu dia memuat tanah di tempat itu. Biasanya dia mengangkut material bangunan dari lokasi lain," kenang warga Desa Tanjung Garbus I, Kecamatan Pagar Marbau tersebut.
Ayah dua anak itu juga mengingat percakapan yang menurutnya menjadi firasat. Beberapa hari sebelum kecelakaan, Busito disebut terus memakan buah cempedak mentah selama dua hari berturut-turut.
"Saya tanya kenapa makan cempedak mentah. Dia menjawab, 'Besok-besok enggak akan pernah makan buah cempedak lagi.' Ternyata ucapannya menjadi kenyataan," tuturnya.
Budi menceritakan, saat kecelakaan terjadi, Busito mengemudikan dump truk milik pribadinya keluar dari lokasi galian C di pinggiran Sungai Ular. Truk tersebut kemudian melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu sebelum akhirnya tertabrak Kereta Api Putri Deli, Minggu (2/8/2026).
"Tubuh korban terlempar keluar dump truk. Memang korban tidak mengalami luka robek, hanya memar di bagian tubuh. Tubuh korban menjadi hitam karena terkena tumpahan oli hidrolik. Bukan karena gosong," ujarnya.
Pantauan wartawan pada Selasa (4/8/2026), perlintasan kereta api sudah dipasangi portal besi buka tutup yang dijaga salah seorang warga.
Diberitakan sebelumnya, Kereta Api (KA) Putri Deli bertabrakan dengan truk di perlintasan Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Minggu (2/8/2026).
Akibat kejadian tersebut sopir truk Busito warga Desa Sidoarjo Satu Pasar Miring Kecamatan Pagar Marbau Kabupaten Deli Serdang meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di RSU Melati Perbaungan.[]
























