Saturday, July 25, 2026
home_banner_first
SUMUT

Koas FK USU dan UMSU Gelar Sunatan Massal untuk 31 Anak di Sergai

Mistar.idSabtu, 25 Juli 2026 pukul 15.25 WIB
koas_fk_usu_dan_umsu_gelar_sunatan_massal_untuk_31_anak_di_sergai

Dokter muda saat melakukan sunatan massal. (foto:Damanik/Mistar)

news_banner

Sergai, MISTAR.ID (25/7/2026) – Koasistensi (co-assistant) atau dokter muda Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar bakti sosial berupa sunatan massal di Wisma Distrik Deli Serdang 1 PTPN IV Regional 1, Desa Buluh Duri, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sabtu (25/7/2026).

Pada kegiatan ini, sebanyak 31 anak yang berdomisili di sekitar wilayah Distrik Deli Serdang 1 mengikuti sunatan massal yang langsung ditangani oleh 14 dokter muda dari dua kampus ternama di Sumatera Utara tersebut.

GM Distrik Deli Serdang 1, Arsam Lubis, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan bakti sosial yang dilakukan para dokter muda. Menurutnya, bakti sosial tersebut sangat membantu masyarakat sekitar dan diharapkan membawa keberkahan bagi masyarakat maupun para dokter muda.

"Terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah antusias dan mempercayakan anaknya untuk mengikuti sunatan massal bersama para dokter muda ini. Terima kasih juga kepada para koas atau dokter muda yang memilih wilayah ini untuk melaksanakan bakti sosial sunatan massal," ungkapnya dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dimas Fujiansyah, mengatakan kegiatan sirkumsisi atau sunatan massal ini merupakan murni inisiatif para koas atau dokter muda dari Fakultas Kedokteran (FK) USU dan FK UMSU yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

"Nah, tujuannya murni karena kemanusiaan, yakni ingin membantu mengurangi beban bapak dan ibu yang ingin menyunatkan anaknya. Di mana kita tahu sunat membutuhkan biaya yang cukup besar," ujarnya.

Dijelaskannya, prosedur sunatan massal ini memiliki tiga tahapan, yakni sebelum dilakukan sunat, saat pelaksanaan sunat, dan setelah sunat.

"Yang pertama, sebelum sunat, bapak dan ibu nanti akan diberikan selembar surat persetujuan. Lalu masuk ke tahap penyunatan, bapak dan ibu membawa surat tersebut kepada masing-masing operator yang ada di meja. Setelah dilakukan penyunatan, bapak dan ibu kembali membawa surat tersebut dan menyerahkannya ke bagian pemberian obat-obatan. Setelah selesai disunat, bapak dan ibu jangan langsung pulang karena kami masih melakukan observasi untuk memastikan tidak ada perdarahan atau tetesan darah," ungkapnya kepada orang tua peserta sunatan massal.

Ia mengatakan, setelah sunatan, proses pergantian perban selanjutnya dapat dilakukan dengan memanfaatkan BPJS Kesehatan melalui fasilitas kesehatan (faskes) terdekat atau dengan mendatangi mantri maupun bidan.

"Karena dari kami tidak ada layanan pergantian perban setelah sunatan, maka bapak dan ibu bisa mengganti perban dengan membayar biaya sendiri," sebutnya.

Terdengar tangis dari sebagian anak yang merasa ketakutan saat proses sunat berlangsung. Untuk meredakan rasa takut tersebut, sebagian orang tua membiarkan anaknya memainkan telepon genggam saat proses sunatan dilakukan oleh para dokter muda. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN