Monday, June 22, 2026
home_banner_first
SUMUT

Kementan Belum Lakukan Penanganan Rehabilitasi Sawah Rusak Berat Pascabencana di Tapteng

Mistar.idSenin, 22 Juni 2026 pukul 20.43 WIB
kementan_belum_lakukan_penanganan_rehabilitasi_sawah_rusak_berat_pascabencana_di_tapteng

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat kunjungan kerja ke Tukka melihat lahan sawah terdampak bencana. (foto: feliks/mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Kementerian Pertanian (Kementan) hingga kini belum melakukan penanganan rehabilitasi sawah rusak berat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Tapteng, Jinto Siburian di ruang kerjanya, Senin (22/6/2026). "Untuk penanganan sawah sekarang ini kalau untuk kategori rusak berat belum ada dari Kementan," ujarnya.

Namun, lanjutnya, dari Kemententerian menyarankan atau sudah menjelaskan ketika memang sawah ini sudah rusak berat, diperbolehkan mengganti komoditas di luar dari sawah.

Sementara untuk untuk meringankan beban petani, bagi sawah-sawah kategori rusak ringan, kata Jinto, saat ini pihaknya melalui Dinas Pertanian Tapteng telah menyalurkan bantuan-bantuan benih padi untuk delapan ribu hektar sawah.

"Dalam situasi ini, kita hanya memberikan bantuan benih padi untuk petani yang sawahnya rusak ringan berkisar delapan ribu hektar dan itu sudah kita distribusikan," katanya.

Jinto menambahkan dalam penanganan rehabilitasi sawah untuk kategori rusak sedang saat ini pengerjaannya sedang berlangsung yang sebagian dikerjakan oleh TNI.

"Sekarang rehab-rehab sawah kita pun ada juga untuk kategori rusak sedang, itu yang sebagian yang dikerjakan TNI. Sebab ada juga memang nanti yang dikerjakan secara padat karya oleh kelompok tani yakni rusak sedang dan rusak ringan," ucapnya.

Ia menjelaskan, untuk rehabilitasi sawah kategori rusak sedang yang akan dijalankan tahun ini, yang dikerjakan TNI sekitar 1099 hektare dan sisanya oleh kelompok tani.

Dari 1099 hektar lahan itu berlokasi di Kecamatan Tukka, Kecamatan Pasaribu Tobing, Kecamatan Sorkam, Kecamatan Barus, Kecamatan Badiri, Kecamatan Pinangsori dan Kecamatan Sibabangun.

"Itulah sekarang yang sedang berjalan bantuan program rehabilitasi sawah dari Kementan pascabencana, sementara bantuan dari APBD Tapteng belum berjalan," sebut Jinto.

Menurut Jinto, dalam penanganan rehabilitasi sawah rusak pascabencana, Kementan hanya melibatkan Dinas Pertanian dalam pemberian data, memonitoring, dan termasuk pendampingan.

"Dari kita data. Kita juga memonitoring, termasuk kita juga yang mendampingi. Ini dulu pendataan oleh perencanaan atau konsultan lalu diusulkan. Nah, kita sama-sama menunjukkan ke mereka sawah-sawah yang akan direhabilitasi," katanya.

"Jadi fungsi kita di dinas ini mendampingi. Termasuk melihat mana sawah-sawah yang layak untuk kita usulkan direhab, sebab anggaran dari kementerian ini juga terbatas anggarannya untuk rehabilitasi sawah itu," tutupnya.

Sebelumya, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat memimpin Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana yang dipusatkan di Kecamatan Tukka, Januari 2026 lalu menyampaikan bahwa pemerintah pusat bergerak cepat memberikan bantuan senilai total Rp78,5 miliar untuk pemulihan sektor pertanian di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan tersebut meliputi pupuk, benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga kebutuhan pokok masyarakat. Mentan menekankan agar pelaksanaan rehabilitasi menggunakan skema padat karya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN