Sunday, June 14, 2026
home_banner_first
SUMUT

Inisiatif Strategis Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Agribisnis Berkelanjutan di Dairi

Mistar.idMinggu, 26 April 2026 16.17
AN
JM
inisiatif_strategis_penguatan_ekonomi_lokal_berbasis_agribisnis_berkelanjutan_di_dairi

Kelompok Tani masyarakat lingkar tambang terima bibit, pupuk, dan penyuluhan dari PT DPM. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan penguatan ekonomi masyarakat di wilayah lingkar tambang operasional. Perusahaan pertambangan, PT Dairi Prima Mineral (DPM) yang berada di Sopokomil, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, meluncurkan program penguatan ekonomi lokal dengan fokus pada penguatan budidaya kakao, durian, dan hilirisasi kopi berkelanjutan.

Hal itu disampaikan lewat siaran pers oleh Superintendent External Relations PT DPM, Baiq Idayani, kepada Mistar, Sabtu (25/4/2026).

Program tersebut merupakan inisiatif terintegrasi yang dirancang untuk mengoptimalkan potensi agribisnis unggulan di wilayah Kabupaten Dairi dan sekitarnya, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi kopi Robusta Sidikalang berkualitas tinggi, serta memiliki potensi signifikan pada komoditas kakao dan durian.

Implementasi program akan dilakukan di desa sekitar tambang dan tidak menutup kemungkinan untuk desa-desa yang mempunyai potensi yang sama di Kabupaten Dairi.

Penguatan ekonomi lokal itu mengadopsi pendekatan end-to-end yang mencakup penguatan sektor hulu (budidaya) hingga hilir (nilai tambah), dengan fokus pada:

*Optimalisasi Produktivitas dan Kualitas: Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) untuk meningkatkan hasil dan mutu komoditas utama.

*Diversifikasi dan Ketahanan Ekonomi: Penguatan portofolio komoditas petani guna memitigasi risiko ekonomi.

*Hilirisasi dan Peningkatan Nilai Tambah: Transformasi produk primer menjadi produk bernilai tinggi melalui penguatan proses pascapanen dan pengembangan produk turunan.

*Penguatan Akses Pasar: Pengembangan ekosistem pemasaran yang kompetitif dan terintegrasi dengan rantai pasok nasional dan premium.

Program ini dilaksanakan melalui sinergi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan PT DPM, antara lain Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pemerintah desa, kelompok tani, serta mitra ahli.

Radianto Airfin, Chief Legal & External PT DPM, membenarkan sekitar 47 orang telah menjadi penerima manfaat yang terdiri dari kelompok petani kopi, kakao, durian, serta kelompok pengembangan produk turunan kopi yang akan menjadi bagian dari tahap awal implementasi.

Para petani ini dipilih dari 200 peserta program tahun 2025 berdasarkan komitmen yang telah mereka tunjukkan.Bekerja sama dengan PPL, tim memberikan pelatihan intensif mengenai budidaya kopi, kakao, dan durian, serta pengendalian hama.

Untuk memastikan hasil yang optimal, perusahaan juga menyediakan dukungan berupa sarana produksi, termasuk pupuk khusus dan vitamin tanaman.

Halaman:

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN