F-KPN Pertanyakan Keseriusan Pemkab Batu Bara Majukan Budaya Melayu

Jurubicara F-KPN DPRD Batu Bara Nafiar. (Foto: Dok. DPRD Batubara/Mistar)
Batu Bara, MISTAR.ID – Fraksi Karya Pembangunan Nasional (F-KPN) DPRD Kabupaten Batu Bara mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara dalam memajukan adat dan budaya Melayu di daerah tersebut.
Pertanyaan itu disampaikan juru bicara F-KPN, Nafiar, saat menyampaikan pendapat akhir fraksi dalam rapat paripurna DPRD Batu Bara, Senin (21/9/2026) malam.
Menurut Nafiar, perhatian Pemkab Batu Bara terhadap kegiatan yang mengangkat budaya Melayu dinilai belum optimal, terutama dari sisi dukungan anggaran untuk acara Batu Bara Bertanjak.
"Dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang baru saja kita lalui, F-KPN melihat dan merasakan bahwa pemerintah daerah belum optimal dalam mendukung anggaran pada kegiatan yang berskala nasional, yang mengangkat harkat dan martabat budaya Melayu dalam acara 'Batu Bara Bertanjak', dimana kegiatan event nasional ini diselenggarakan oleh pemerintah daerah," tutur Nafiar.
Ia menilai dukungan terhadap kegiatan tersebut seharusnya menjadi perhatian khusus karena Batu Bara Bertanjak disebut sebagai salah satu Karisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata.
Menurutnya, perhatian tersebut diperlukan untuk menunjukkan bahwa Kabupaten Batu Bara mampu mengangkat kebudayaan daerah ke tingkat nasional.
"Namun realitanya justru berbanding terbalik sehingga pada pembahasan anggaran menjadi alot. Kami berharap jangan terjadi stigma negatif di tengah masyarakat Kabupaten Batu Bara terkait pemajuan budaya dan adat Melayu," ujarnya.
Nafiar kemudian mengingatkan sejarah Kabupaten Batu Bara yang diwariskan oleh sembilan kedatukan dengan motto “dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung".
Ia mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah saat ini dalam meneruskan cita-cita para pejuang pemekaran Kabupaten Batu Bara.
"Sebagai generasi penerus, kami ingin mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah hari ini untuk melanjutkan cita-cita luhur dari para pejuang pemekaran Kabupaten Batu Bara," ucapnya.
Menurut Nafiar, terdapat lima harapan para pejuang pemekaran yang perlu diwujudkan generasi penerus. Salah satunya memajukan adat istiadat Melayu Batu Bara dengan semboyan "takkan hilang Melayu di bumi".
Harapan lainnya yakni meningkatkan sumber daya manusia masyarakat Kabupaten Batu Bara serta memberdayakan masyarakat agar tidak menjadi penonton di daerah sendiri.
Harapan kelima adalah melahirkan pemimpin yang dapat merangkul masyarakat.
"Harus diingat, tujuan pemekaran adalah menuju masyarakat Batu Bara sejahtera, religius, beradat dan berbudaya," ucapnya.
Nafiar berharap Pemkab Batu Bara menyikapi pendapat F-KPN tersebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan cita-cita para pendiri Kabupaten Batu Bara serta menjadikan adat dan budaya Melayu sebagai tuan di negeri sendiri.[]
PREVIOUS ARTICLE
67 Sekolah hingga Masjid di Sergai Terima Bantuan TJSL PTPN IV









































