Tuesday, June 9, 2026
home_banner_first
SUMUT

Cuaca Panas Siang Hari dan Hujan Malam Masih Bertahan di Sumut Sepekan ke Depan

Mistar.idSelasa, 9 Juni 2026 12.12
journalist-avatar-top
DI
cuaca_panas_siang_hari_dan_hujan_malam_masih_bertahan_di_sumut_sepekan_ke_depan

Ilustrasi cuaca tak menentu. (foto:pixabay/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Cuaca panas pada siang hari dan hujan pada sore hingga malam hari diprediksi masih berlangsung selama sepekan ke depan di Sumatera Utara (Sumut), termasuk Kota Medan dan sekitarnya, terhitung mulai 8–15 Juni 2026.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung, dalam siaran pers mengenai prospek cuaca mingguan yang diterima Mistar, Selasa (9/6/2026).

Martha menjelaskan, Monsun Australia saat ini tengah aktif yang dapat memicu suhu udara di wilayah Sumut terasa lebih panas, terutama pada siang hari. Selain itu, Monsun Australia juga dapat menyebabkan terjadinya angin kencang di sejumlah wilayah Sumut.

"Aktifnya Monsun Australia berperan dalam membawa massa udara kering ke wilayah Sumut yang mengakibatkan berkurangnya pembentukan awan pada pagi hingga siang hari. Dampak yang dirasakan masyarakat adalah suhu udara yang lebih panas pada siang hari serta adanya potensi angin kencang di beberapa wilayah Sumut," ucapnya.

Sementara itu, lanjut Martha, potensi hujan di Sumut yang terjadi terutama pada sore atau malam hari dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya aktivitas gelombang atmosfer dan sirkulasi siklonik di Samudera Hindia bagian barat Sumatra.

"Selain itu, juga dipicu oleh belokan angin yang membentuk daerah konvergensi dan konfluensi. Belokan angin ini berpotensi meningkatkan suplai uap air yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. Pada skala lokal, kondisi labilitas atmosfer terpantau cukup kuat di wilayah Sumut sehingga turut mendukung proses konvektif," lanjutnya.

Ia menguraikan, hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Asahan, Dairi, Karo, Batu Bara, Pakpak Bharat, Simalungun, Toba, Humbang Hasundutan, Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

"Kemudian juga berpotensi terjadi di Kota Binjai, Medan, Pematangsiantar, Tebing Tinggi, Tanjungbalai, Padangsidimpuan, Sibolga, Gunungsitoli, serta Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Nias, Nias Utara, Nias Barat, dan Nias Selatan," ujar Martha.

Martha juga menjelaskan penyebab cuaca hujan yang terjadi pada malam hari di Sumut dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, pemanasan udara yang cukup kuat di permukaan pada siang hari mengakibatkan atmosfer menjadi labil sehingga memicu pengangkatan massa udara ke atas dan berpotensi menimbulkan hujan.

"Pemicu lainnya adalah adanya daerah pertemuan angin atau konvergensi dan konfluensi di sepanjang pantai barat hingga pegunungan Sumut yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir," katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kewaspadaan serta mitigasi terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi akibat kondisi cuaca tersebut. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN