593 Unit Bedah Rumah di Toba Belum Dibangun, Masih Tahap Verifikasi

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Toba, Pandapotan Tambun. (Foto: Nimrot/MISTAR)
Toba, MISTAR.ID – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Toba, Pandapotan Tambun, mengatakan program bedah rumah bagi warga tidak mampu yang masuk dan dijalankan di Kabupaten Toba berasal dari Kementerian, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan Pemerintah Kabupaten Toba.
Total bedah rumah yang akan dilakukan di Kabupaten Toba sebanyak 593 unit. Rinciannya, dari kementerian sebanyak 509 unit dengan biaya Rp20 juta per unit, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebanyak 30 unit dengan biaya Rp30 juta per unit, dan Pemerintah Kabupaten Toba sebanyak 54 unit dengan biaya bervariasi mulai Rp25 juta hingga Rp30 juta per unit.
"Bedah rumah dari anggaran APBD Toba kita besarkan di tiga kecamatan, seperti Kecamatan Habinsaran, Borbor, dan Nassau (Kecamatan Habornas), dengan biaya per unit sebesar Rp30 juta. Sedangkan di luar Habornas lebih kecil, dengan biaya per unit sebesar Rp25 juta," ujar Kadis Perkim, Kamis (13/8/2026).
Menurut Pandapotan, pembangunan 593 unit bedah rumah tersebut hingga saat ini belum dilaksanakan. Program masih dalam tahap verifikasi untuk menentukan masyarakat yang layak menerima bantuan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Dalam melakukan verifikasi, kita harus penuh kehati-hatian untuk menentukan desil masyarakat. Sebab, yang layak mendapatkan bantuan mulai dari desil 1 hingga desil 4. Saat ini kita sedang melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Toba agar tidak terjadi kesalahan dalam pemberian bantuan bedah rumah," katanya.
Selain itu, peran pemerintah desa dalam memberikan keterangan mengenai kondisi ekonomi warga sangat menentukan penerima bantuan bedah rumah. Data tersebut nantinya akan disinkronkan dengan data dari Dinas Sosial.
"Peran pemerintahan desa dalam memberikan keterangan yang sesungguhnya mengenai kondisi ekonomi warga desanya sangat menentukan penerima bantuan bedah rumah untuk disinkronkan dengan data dari Dinas Sosial," ucap Pandapotan.






















