Wednesday, July 8, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Pesparawi GKPS Distrik I Jadi Ruang Pembentukan Karakter dan Talenta Anak Sekolah Minggu

Mistar.idSenin, 18 Mei 2026 pukul 11.19 WIB
pesparawi_gkps_distrik_i_jadi_ruang_pembentukan_karakter_dan_talenta_anak_sekolah_minggu

Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) yang berlangsung di GKPS Distrik I Kota Pematangsiantar. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Suara puji-pujian menggema dari Balai Bolon GKPS, Jalan Pdt J Wismar Saragih, Minggu (17/05/2026), saat ratusan anak Sekolah Minggu mengikuti pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) GKPS Distrik I. Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan paduan suara, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, iman, dan kreativitas generasi muda gereja.

Pembukaan Pesparawi berlangsung meriah melalui penabuhan Gonrang Simalungun oleh Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi bersama Sekjen GKPS Jan Hotner Saragih dan sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya, Wesly Silalahi menegaskan Pesparawi memiliki makna lebih besar daripada sekadar kompetisi vokal rohani. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi media pembinaan moral dan spiritual anak-anak sejak usia dini.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar disiplin, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan iman melalui puji-pujian kepada Tuhan. Semangat dan antusiasme anak-anak menjadi harapan lahirnya generasi yang berkarakter, mengasihi sesama, dan takut akan Tuhan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan Pesparawi sebagai momentum mempererat persaudaraan antarjemaat.

“Menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah bagaimana talenta yang dimiliki dipersembahkan untuk memuliakan nama Tuhan,” katanya.

Pemerintah Kota Pematangsiantar, lanjut Wesly, mendukung penuh kegiatan keagamaan yang berdampak positif terhadap pembinaan generasi muda.

“Kita berharap dari kegiatan seperti ini lahir generasi yang cerdas, beriman, dan mampu membawa damai di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Sekjen GKPS Pdt Dr Jan Hotner Saragih menyampaikan orientasi utama Pesparawi adalah memuliakan Tuhan sekaligus membangun fondasi karakter anak-anak Sekolah Minggu.

Menurutnya, pendidikan iman sejak dini akan membentuk sikap hidup yang baik bagi generasi penerus gereja.

“Kita berharap kegiatan ini menjadi bagian dari pembentukan karakter anak-anak, yang mau berkompetisi secara sehat dan memberikan yang terbaik dalam pelayanan kepada Tuhan,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan para orang tua dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut.

Dukungan terhadap pembinaan generasi muda gereja juga disampaikan Anggota DPD RI Penrad Siagian. Ia mengungkapkan hasil riset yang pernah dilakukan di Yogyakarta menunjukkan bahwa mahasiswa Kristen yang tetap aktif bergereja umumnya merupakan mereka yang aktif sejak Sekolah Minggu.

“Fondasi iman sejak kecil sangat menentukan. Karena itu, kegiatan seperti Pesparawi menjadi investasi penting untuk membangun Generasi Emas Gereja di masa depan,” ujarnya.

Ketua Panitia Pelaksana Frengki Boy Saragih menambahkan, Pesparawi menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, belajar bekerja sama dalam tim, sekaligus memperdalam penghayatan iman melalui nyanyian rohani dan cerita Alkitab.

“Anak-anak belajar disiplin, menghargai sesama, dan meneladani kehidupan Yesus. Ini menjadi pengalaman berharga bagi pertumbuhan mereka,” katanya.

Melalui Pesparawi GKPS Distrik I, gereja tidak hanya menghadirkan panggung kreativitas bagi anak-anak, tetapi juga membangun ruang tumbuh bagi generasi muda yang beriman, berkarakter, dan siap menjadi penerus gereja maupun bangsa. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN