Monday, September 28, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Perundungan SMPN 12 Siantar, Rony Situmorang Desak Evaluasi Siswa

Mistar.idSenin, 28 September 2026 pukul 17.03 WIB
perundungan_smpn_12_siantar_rony_situmorang_desak_evaluasi_siswa

Anggota DPRD Sumut Fraksi NasDem, Rony R. Situmorang. (foto: Dok Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Aksi perundungan yang berujung penganiayaan di SMPN 12 Pematangsiantar baru-baru ini viral di media sosial. Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi NasDem, Rony R. Situmorang, mengecam keras kejadian tersebut yang dinilainya mencoreng dunia pendidikan di Pematangsiantar.

Rony mengatakan, sekolah seharusnya tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter siswa agar mampu menghadapi berbagai perbedaan. Menurutnya, guru perlu memahami psikologi perkembangan anak untuk memutus rantai kekerasan di lingkungan sekolah.

“Saya sangat mengecam kasus bullying ini dan berharap jangan pernah terulang. Sekolah harus bisa lakukan pembinaan, bukan hanya mengajar,” kata Rony kepada Mistar, Senin (28/9/2026).

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan personal. Guru, kata Rony, perlu memahami karakter dan kepribadian masing-masing siswa sehingga potensi konflik dapat dicegah sejak awal.

Murid yang aktif atau cenderung agresif, menurut Rony, harus diarahkan agar mampu menghargai teman. Sementara siswa yang pemalu atau tertutup membutuhkan dukungan dan rasa aman di lingkungan kelas.

Ia juga menyoroti peran keluarga. Pengawasan orang tua terhadap lingkungan pergaulan anak serta pemberian contoh mengenai adab dan etika dinilai menjadi pondasi awal untuk mencegah perilaku menyimpang seperti perundungan.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus tersebut berujung pada kekerasan fisik. Peristiwa bermula dari saling ejek terkait nama orang tua antara siswa berisinial NR dan GLH. Pada Jumat (25/9/2026), GLH kemudian disebut memukul NR hingga bagian matanya mengalami memar dan bengkak.

Dinas Pendidikan Pematangsiantar kemudian turun tangan dan mempertemukan kedua pihak bersama orang tua serta pihak sekolah pada Sabtu (26/9/2026).

Dalam mediasi tersebut, GLH meminta maaf secara terbuka dan pihak keluarga juga menyatakan siap menanggung seluruh biaya pengobatan NR hingga benar-benar sembuh.

Kepala Dinas Pendidikan Pematangsiantar, Syaiful Rizal, memastikan kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan demi menjaga kondisi emosional para siswa yang terlibat.

“Kami harap tidak ada spekulasi atau informasi liar yang berkembang, supaya mental dan psikologis kedua pihak tetap terjaga,” tutup Syaiful. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN