Penyaluran Pupuk Subsidi di Simalungun Capai 39 Persen, Stok Kini Mulai Stabil

Dinas Pertanian Simalungun. (foto: indra/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID - Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Simalungun terus berjalan dengan pola distribusi yang disesuaikan dengan musim tanam di masing-masing kecamatan. Hingga akhir Mei 2026, realisasi penyaluran pupuk subsidi tercatat mendekati 40 persen dari total alokasi tahun ini, sementara kondisi pasokan yang sempat menipis kini mulai kembali stabil.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Meri Farida Damanik, mengatakan pemerintah telah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 sebanyak 24.137 ton untuk pupuk Urea, 28.829 ton pupuk NPK, serta 1.938 ton pupuk organik.
Berdasarkan data hingga akhir Mei 2026, realisasi penyaluran pupuk Urea telah mencapai 38 persen, pupuk NPK 39 persen, dan pupuk organik 11 persen. Sementara itu, data penyaluran selama Juni masih dalam proses rekapitulasi sehingga belum dapat dipublikasikan.
"Itu data sampai bulan Mei. Untuk bulan Juni masih diproses sehingga datanya belum valid," ujar Meri, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, distribusi pupuk saat ini dilakukan secara fleksibel dengan mempertimbangkan perbedaan kalender tanam di setiap wilayah. Daerah yang sedang memasuki musim tanam menjadi prioritas agar kebutuhan pupuk petani dapat terpenuhi tepat waktu.
Ia mencontohkan, Kecamatan A saat ini tengah memasuki musim tanam, sedangkan sejumlah kecamatan lain justru sedang berada pada masa panen. Kondisi tersebut membuat distribusi pupuk lebih difokuskan ke wilayah yang membutuhkan lebih dahulu.
"Misalnya di Kecamatan Sidamanik sedang musim tanam, sementara kecamatan lain sedang panen. Jadi kami kirimkan terlebih dahulu ke Sidamanik. Distribusi tetap disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan," katanya.
Meri juga mengungkapkan, kondisi stok pupuk bersubsidi kini jauh lebih baik dibandingkan beberapa bulan lalu. Pada April hingga pertengahan Mei, ketersediaan pupuk sempat menipis sehingga distribusi mengalami kendala di sejumlah wilayah.
"April sampai pertengahan Mei memang sempat terjadi penipisan stok. Namun dalam satu bulan terakhir kondisinya sudah kembali membaik dan penyaluran lebih stabil," katanya.
"Kuota juga kita sesuaikan, jika ada beberapa wilayah yang sedang membutuhkan namun stok pupuk terbatas. Contohnya di RDKK diusulkan 10 ton, agar semua kebagian dikurangi menjadi 5 ton, seperti itu," tambahnya.
Dengan membaiknya pasokan dan distribusi yang mengikuti kebutuhan musim tanam, Dinas Pertanian berharap kebutuhan pupuk bersubsidi petani di Kabupaten Simalungun dapat terus terpenuhi sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga sepanjang musim tanam 2026.























