Saturday, September 5, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Kepengurusan MUI Simalungun Sudah Aktif di 25 Kecamatan

Mistar.idSabtu, 5 September 2026 pukul 17.10 WIB
kepengurusan_mui_simalungun_sudah_aktif_di_25_kecamatan

Musda ke VIII MUI Simalungun di gedung MUI, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. (Foto: Diskominfo Simalungun/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID – Kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Simalungun saat ini telah aktif di 25 kecamatan. Hal tersebut dibahas dalam Musyawarah Daerah (Musda) VIII MUI Simalungun di Gedung MUI Simalungun, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Sabtu (5/9/2026).

Ketua Panitia Musda VIII, Amrisyam Simamora, mengatakan kepengurusan MUI yang telah terbentuk di 25 kecamatan menjadi bagian dari perkembangan organisasi di Kabupaten Simalungun.

Musda tersebut sekaligus menjadi forum untuk membahas arah organisasi MUI Simalungun ke depan.

Dalam sambutan tertulis Bupati Simalungun yang dibacakan Sekda Mixnon, MUI dinilai memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. Peran ulama disebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan keagamaan, tetapi juga menjaga nilai dan moral masyarakat.

"MUI mempunyai kedudukan yang sangat strategis. Ulama bukan hanya tempat umat bertanya mengenai persoalan keagamaan, tetapi juga menjadi penuntun, penyejuk, sekaligus penjaga nilai dan moral dalam kehidupan bermasyarakat," kata Mixnon.

Anton berharap MUI dapat mengambil peran dalam mencegah berbagai persoalan sosial sebelum berkembang lebih jauh. Ia juga meminta pembinaan terhadap generasi muda terus dilakukan.

Selain itu, seluruh pihak diajak menjaga persatuan dan kerukunan di Kabupaten Simalungun.

"Kita boleh berbeda dalam banyak hal, tetapi ketika menyangkut kepentingan masyarakat dan masa depan Simalungun, kita harus mampu berdiri bersama," ujarnya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak, mengingatkan para pengurus bahwa jabatan di MUI merupakan amanah dan tanggung jawab kepada umat.

"Menjadi pengurus MUI bukan sekadar kehormatan, melainkan sebuah amanah dan tanggung jawab besar kepada umat serta di hadapan Allah SWT," kata Maratua.

Ia menekankan pentingnya pengetahuan, integritas, dan keteladanan bagi setiap pengurus MUI dalam menjalankan tugas. Maratua juga mengingatkan pengurus untuk memegang nilai Habonaron Do Bona dalam menjalankan tugas serta membangun hubungan dengan masyarakat.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN