Wednesday, June 24, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Kasus Koperasi Swadarma Dinilai Berisiko Picu Rush Nasabah BNI

Mistar.idJumat, 8 Mei 2026 pukul 12.36 WIB
kasus_koperasi_swadarma_dinilai_berisiko_picu_rush_nasabah_bni

Bank BNI Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kasus dugaan penggelapan dana yang menyeret Koperasi Swadarma di lingkungan Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Pematangsiantar berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap perbankan.

Pengamat Ekonomi Universitas Simalungun (USI), Darwin Damanik, mengingatkan adanya risiko reputasi serius bagi BNI akibat kemiripan identitas koperasi dengan bank induknya.

"Secara psikologis, masyarakat sering kali mengasosiasikan koperasi tersebut dengan identitas bank induknya (BNI) karena penggunaan nama yang serupa. Jika nasabah tidak mendapatkan edukasi yang jelas mengenai pemisahan ini, bisa muncul persepsi bahwa sistem pengawasan di lingkungan bank BNI lemah," ujar Darwin kepada Mistar, Jumat (8/5/2026).

Darwin menjelaskan, kekhawatiran nasabah dapat berujung ke penarikan dana massal (rush). Biasanya dipicu oleh asymmetric information atau ketimpangan informasi. Dalam kondisi ini, nasabah cenderung memilih opsi paling aman demi melindungi aset mereka.

"Nasabah cenderung bermain aman dengan memindahkan aset mereka ke tempat yang dianggap lebih stabil saat mendengar kabar miring terkait Bank BNI," tuturnya.

Meski begitu, menurut Darwin, secara teknis perbankan, operasional Bank BNI sebenarnya tidak terganggu. Hal ini dikarenakan modal inti dan likuiditas bank tidak memiliki kaitan langsung dengan kerugian yang dialami oleh koperasi.

Namun, kepercayaan adalah komoditas paling berharga dalam industri perbankan. Kasus penggelapan di koperasi memang tidak mencerminkan kesehatan finansial bank, namun respons dari pihak manajemen akan sangat menentukan.

"Sekali kepercayaan terusik, pemulihannya membutuhkan waktu dan transparansi yang nyata. Bank harus proaktif melakukan edukasi publik dan pemulihan citra untuk meyakinkan kembali para nasabah," ujarnya. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN