BPJS Kesehatan Pematangsiantar Pastikan Belum Ada Instruksi Kenaikan Tarif

Staf Komunikasi dan Kesekretariatan BPJS Kesehatan Cabang Pematangsiantar, Arif. (foto: abdi/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
BPJS Kesehatan Cabang Pematangsiantar memastikan informasi rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan hanya sebatas isu.
Staf Komunikasi dan Kesekretariatan BPJS Kesehatan Cabang Pematangsiantar, Arif, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat.
“Masih menunggu kebijakan dari pusat. Sampai sekarang belum ada keputusan final terkait kenaikan tarif iuran maupun kelas layanan,” ujarnya, Jumat (8/5/2026)
Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi yang menyebut tarif baru akan diberlakukan dalam waktu dekat. Arif memastikan setiap kebijakan krusial seperti perubahan tarif pasti akan melalui mekanisme pengumuman resmi oleh Pemerintah Pusat maupun BPJS Kesehatan Pusat.
Mengingat kondisi ekonomi yang masih dalam tahap pemulihan, isu kenaikan biaya layanan publik memang menjadi hal yang sensitif. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk Jangan mudah terprovokasi oleh unggahan di media sosial yang tidak menyertakan sumber resmi.
Segala bentuk perubahan regulasi akan disosialisasikan secara masif melalui kanal komunikasi resmi BPJS Kesehatan. Masyarakat dapat memantau aplikasi Mobile JKN atau media sosial resmi BPJS Kesehatan untuk informasi terakurat.
“Kalau memang ada perubahan, tentu akan diumumkan secara resmi kepada masyarakat,” ucap Arif.
Hingga saat ini, skema pembayaran dan tarif iuran BPJS Kesehatan masih mengacu pada ketentuan lama. Belum ada perubahan pada klasifikasi kelas pembayaran peserta, sehingga masyarakat diminta untuk tetap melakukan pembayaran iuran seperti biasa guna menjaga status kepesertaan tetap aktif.
"Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat di Pematangsiantar dan sekitarnya tidak lagi merasa resah dan dapat menjalankan aktivitas dengan tenang tanpa terbebani informasi yang belum tentu kebenarannya," tuturnya.
PREVIOUS ARTICLE
Kasus Koperasi Swadarma Dinilai Berisiko Picu Rush Nasabah BNIBERITA TERPOPULER























