Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Jalan Siantar–Tanah Jawa Terancam Longsor, Badan Jalan Miring dan Retak

Mistar.idKamis, 12 Maret 2026 pukul 17.38 WIB
jalan_siantartanah_jawa_terancam_longsor_badan_jalan_miring_dan_retak

Kondisi jalan lintas Siantar-Tanah Jawa terancam putus (foto:abdi/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Kondisi jalan lintas yang menghubungkan Kota Pematangsiantar menuju Kecamatan Tanah Jawa semakin memprihatinkan. Sejumlah titik di ruas jalan provinsi tersebut terpantau mengalami kemiringan ekstrem dan terancam longsor, sehingga memicu kekhawatiran bagi para pengguna jalan yang melintas setiap hari.

Curah hujan yang tinggi belakangan ini diduga memperparah erosi di bawah badan jalan. Berdasarkan pantauan wartawan, Kamis (12/3/2026), terlihat retakan lebar mulai membelah pinggiran aspal, sementara sebagian aspal mulai runtuh ke arah jurang.

Para pengendara yang melintas terpaksa ekstra hati-hati dan bergantian saat berpapasan, karena sebagian badan jalan sudah tidak stabil untuk menahan beban kendaraan.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Riyan, mengaku cemas saat melintas di jalur tersebut. Menurutnya, kondisi jalan menjadi semakin berbahaya saat malam hari.

“Kalau siang kita masih bisa melihat mana jalan yang miring atau retak. Tapi kalau malam, penerangan sangat minim. Jalannya sudah miring, kami takut tiba-tiba longsor saat sedang melintas. Nyawa taruhannya kalau kondisi seperti ini terus,” ujarnya kepada Mistar.id.

Hal senada disampaikan sopir angkutan umum, Johan, yang kerap melintasi jalur tersebut. Ia menilai kondisi jalan tersebut sudah masuk kategori darurat dan membutuhkan penanganan segera.

“Seharusnya pemerintah segera menangani ini. Jangan menunggu ada korban jiwa atau jalan putus total baru sibuk memperbaiki. Ini akses utama ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Warga dan pengguna jalan pun mendesak pemerintah agar segera melakukan langkah penanganan. Setidaknya, mereka berharap ada pemasangan rambu peringatan yang jelas atau lampu penerangan tambahan di titik-titik rawan longsor sebelum dilakukan perbaikan permanen.

Hingga berita ini dikirim ke redaksi, kondisi jalan masih terus terkikis dan berpotensi putus jika tidak segera mendapat penanganan teknis dari pihak terkait.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN