Tuesday, July 14, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

BPBD Simalungun Catat Tujuh Kebakaran Hutan dan Lahan hingga Pertengahan 2026

Mistar.idSelasa, 14 Juli 2026 pukul 19.19 WIB
bpbd_simalungun_catat_tujuh_kebakaran_hutan_dan_lahan_hingga_pertengahan_2026

Kebakaran Hutan di Girsang 2, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon pada akhir Maret 2026. (foto:dokumen BPBD/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID (14/7/2026) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun mencatat tujuh kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga pertengahan Tahun 2026. Seluruh peristiwa tersebut terjadi pada Januari hingga Maret 2026 dan mayoritas merupakan kebakaran lahan.

Berdasarkan data BPBD, kebakaran pertama terjadi pada 26 Januari di Desa Bangun Dolok, Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, dengan objek yang terbakar berupa hutan dan lahan. Kemudian pada 22 Februari, kebakaran lahan terjadi di Lingkungan II, Kelurahan Pematang Jawa, Kecamatan Tanah Jawa.

Memasuki Maret, kebakaran kembali terjadi di Nagori Balimbingan, Kecamatan Tanah Jawa, pada 21 Maret. Tiga hari kemudian, lahan di Huta II Jaulu Mariah, Kecamatan Hatonduhan, juga terbakar.

Pada 25 Maret, petugas menangani karhutla di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. Pada hari yang sama, kebakaran lahan kosong terjadi di Jalan Asahan Km 8, Nagori Dolok Hataran, Kecamatan Siantar. Sehari berselang, tepatnya 26 Maret, kebakaran melanda lahan bambu kering di Jalan Purwo, Huta IV, Nagori Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas.

Seluruh kejadian tersebut berhasil ditangani petugas tanpa berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Kepala BPBD Simalungun melalui Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Jimmy Purba, mengatakan sejak April hingga awal Juli 2026 tidak ada lagi laporan kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Simalungun.

Meski demikian, BPBD tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah, mengingat musim kemarau berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

"Untuk saat ini memang belum kita sampaikan imbauan lagi. Tetapi sebelumnya kami tetap mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah dan memastikan api sudah benar-benar padam sebelum ditinggalkan," kata Jimmy, Selasa (14/7/2026).

Jimmy menambahkan, potensi kebakaran pada musim kemarau tetap perlu diantisipasi. Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar maupun meninggalkan api tanpa pengawasan.

Sebagai perbandingan, pada periode Juni hingga Juli 2025, BPBD menangani sedikitnya 18 kejadian kebakaran. Mayoritas merupakan kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Tanah Jawa, Girsang Sipangan Bolon, Dolok Pardamean, Haranggaol Horison, Purba, dan Ajibata. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN