Tuesday, July 14, 2026
home_banner_first
MEDAN

DPRD Sumut Dorong Program MBG Bebas Polemik, Minta Dapur SPPG Jaga Kualitas dan Transparansi

Mistar.idSelasa, 14 Juli 2026 pukul 20.24 WIB
dprd_sumut_dorong_program_mbg_bebas_polemik_minta_dapur_sppg_jaga_kualitas_dan_transparansi

Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Rudi Alfahri Rangkuti. (Foto: Ari/MISTAR)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara (Sumut), Rudi Alfahri Rangkuti, mendorong pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi menuai polemik pada tahun ajaran 2026/2027 maupun pada tahun-tahun berikutnya.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu berharap pelaksanaan program MBG dapat berjalan sesuai harapan dan mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama melalui tata kelola yang baik di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Persoalan MBG sudah banyak memunculkan polemik serta pro dan kontra. Kami berharap dapur-dapur SPPG melakukan perbaikan terhadap berbagai hal yang selama ini menjadi kritik masyarakat," ujarnya kepada MISTAR, Selasa (14/7/2026).

Menurut Rudi, perbaikan tata kelola dapur SPPG harus dimulai dari kejujuran pengelola serta pemanfaatan anggaran secara maksimal sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

"Bagi seluruh dapur SPPG, yang paling penting jangan sampai ada pengurangan kualitas atau porsi makanan demi mengambil keuntungan yang lebih besar. Standarisasi harus tetap dijalankan. Apalagi ini merupakan program prioritas Presiden, sehingga jangan sampai dicederai oleh kepentingan pribadi," tegasnya.

Rudi mengungkapkan, di daerah pemilihannya yang meliputi Kota Binjai dan Kabupaten Langkat, jumlah dapur SPPG terus bertambah sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Program MBG.

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan program pemerintah mendapat respons positif dari masyarakat. Karena itu, ia berharap tidak muncul polemik baru yang dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap program tersebut.

"Dapur-dapur SPPG sudah mulai banyak beroperasi di Binjai dan Langkat. Artinya, pro dan kontra yang ada jangan sampai menimbulkan polemik baru yang membuat masyarakat ragu terhadap Program MBG," katanya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN