Sunday, June 14, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Akses Menuju Karang Anyar Dikeluhkan, Badan Jalan Rusak Parah

Mistar.idSenin, 27 April 2026 11.57
AN
IH
akses_menuju_karang_anyar_dikeluhkan_badan_jalan_rusak_parah

Akses menuju pemandian Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Simalungun rusak parah. (Foto: Indra/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Akses menuju pemandian alam Karang Anyar di Nagori Karang Rejo, Kecamatan Gunung Maligas, dikeluhkan pengunjung dan pengemudi kendaraan wisata. Kondisi jalan yang kupak-kapik, sempit, dan minim perawatan dinilai kontras dengan tingginya minat masyarakat yang datang berlibur ke lokasi tersebut.

Berdasarkan amatan pada Minggu (27/8/2026), arus kunjungan ke pemandian alam ini terpantau ramai. Sejumlah bus pariwisata dan mobil pribadi memadati area sekitar lokasi. Namun, di balik ramainya pengunjung, akses jalan menuju titik wisata justru menjadi hambatan utama.

Dari pantauan di lapangan, badan jalan tampak dipenuhi lubang menganga dengan permukaan aspal yang terkelupas. Beberapa titik bahkan terlihat berlubang cukup dalam, memaksa kendaraan melambat dan bermanuver secara hati-hati. Debu tipis beterbangan saat kendaraan melintas, sementara di sisi jalan tampak vegetasi liar yang tak tertata.

Suasana semakin terasa menegangkan ketika sebuah bus pariwisata berukuran besar harus melintas di jalan sempit tersebut. Sopir terlihat ekstra waspada, mengarahkan kemudi secara zigzag untuk menghindari lubang. Sesekali, kendaraan harus berhenti sejenak untuk memberi jalan bagi kendaraan dari arah berlawanan karena lebar jalan yang terbatas.

Andi, seorang sopir bus pariwisata, mengaku kesulitan saat membawa rombongan ke lokasi itu. Ia menyebut kondisi jalan yang sempit dan rusak membuat perjalanan menjadi tidak nyaman, bahkan berisiko.

“Selain jalannya sempit, kami harus zigzag menghindari lubang. Kalau tidak hati-hati, bisa merusak kendaraan atau membahayakan penumpang,” ujarnya.

Meski demikian, tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke pemandian alam Karang Anyer tetap tidak surut. Pada periode Lebaran 2026, lokasi ini dikunjungi lebih dari 13.000 pengunjung. Faktor biaya yang terjangkau dan suasana alami menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal, khususnya saat akhir pekan.

Warga setempat berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur tersebut. Perbaikan jalan dinilai penting untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan pengunjung, sekaligus mendorong peningkatan sektor pariwisata di wilayah itu.

“Kalau jalannya bagus, pasti pengunjung lebih banyak lagi. Ini potensi yang harus dijaga,” kata salah seorang warga.

Kondisi ini menjadi ironi, di tengah potensi wisata yang terus diminati, akses menuju lokasi justru tertinggal. Tanpa perbaikan, dikhawatirkan kondisi jalan yang terus memburuk dapat menghambat pertumbuhan kunjungan wisata di Karang Anyar. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN