Thursday, September 24, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

42 Jalan Usaha Tani Dibangun di Simalungun, Anggaran Hampir Rp20 Miliar

Mistar.idKamis, 24 September 2026 pukul 17.24 WIB
42_jalan_usaha_tani_dibangun_di_simalungun_anggaran_hampir_rp20_miliar_

Pembangunan Jalan Usaha Tani di Nagori Tigabolon, Kecamatan Sidamanik, Simalungun. (foto: roland/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID - Jalan menuju lahan pertanian bukan sekadar akses bagi petani. Kondisi jalan ikut menentukan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk membawa hasil panen dari ladang menuju pasar.

Persoalan itu menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Jenri Saragih, mengatakan hingga kini 42 JUT telah dibangun dengan total anggaran hampir Rp20 miliar pada Tahun 2026. Pembangunan tersebut dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), khususnya DAK Fisik Bidang Pertanian.

Menurut Jenri, pembangunan JUT diarahkan untuk mempermudah kendaraan pengangkut masuk hingga mendekati kawasan produksi pertanian. Dengan begitu, waktu tempuh dan biaya yang selama ini dikeluarkan petani untuk mengangkut hasil panen dapat ditekan.

"Jalan yang baik mengurangi biaya transportasi karena kendaraan dapat bergerak lebih cepat dan efisien. Ini berarti biaya logistik berkurang, sehingga harga jual hasil pertanian bisa lebih kompetitif," ujarnya, Kamis (24/9/2026).

Ia mengatakan, akses yang lebih baik juga membuka peluang bagi petani untuk menjangkau pasar lebih mudah. Selama ini, kondisi jalan yang buruk membuat proses pengangkutan hasil pertanian menjadi lebih lama dan membutuhkan biaya tambahan.

Manfaat JUT, lanjutnya, tidak hanya dirasakan ketika petani membawa hasil produksi keluar dari lahan. Infrastruktur tersebut juga memperkuat konektivitas antarwilayah di tingkat nagori.

"Dengan biaya transportasi yang lebih rendah dan akses pasar yang lebih baik, pendapatan petani dapat meningkat. Ini akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan keluarga petani," katanya.

Jenri menekankan, pembangunan jalan harus diikuti dengan pemeliharaan. Masyarakat yang menggunakan dan berada di sekitar JUT diharapkan ikut menjaga kondisi jalan agar tidak cepat mengalami kerusakan.

"Dengan pengelolaan yang baik dan partisipasi aktif masyarakat, pembangunan jalan usaha tani dapat menjadi motor penggerak bagi kemajuan nagori," ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN