TikTok Nonaktifkan Pengguna di Bawah 16 Tahun

TikTok. (Fox Business)
Jakarta, MISTAR.ID
TikTok kembali menonaktifkan akun pengguna berusia di bawah 16 tahun sebagai bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas.
Platform ini termasuk dalam delapan layanan digital yang dikategorikan berisiko tinggi karena dinilai rentan terhadap paparan konten pornografi, kekerasan, hingga perundungan.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan jumlah akun anak yang telah dinonaktifkan TikTok terus bertambah signifikan.
"Jadi, kalau tanggal 10 April lalu TikTok melaporkan telah menonaktifkan akun di bawah 16 tahun itu kurang dari 780 ribu akun. Maka per hari ini yang telah dinonaktifkan akun di bawah 16 tahun adalah 1,7 juta akun anak dari TikTok per tanggal 28 Maret," tutur Meutya Hafid di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Selasa (28/4/2026), dilansir dari detikcom.
Menurut Meutya, TikTok menjadi platform digital pertama yang beroperasi di Indonesia yang secara aktif membuka data deaktivasi akun pengguna di bawah umur.
"TikTok juga menyampaikan secara langsung aksi kepatuhan yang lebih rinci dan terukur ke depan dan kita juga tadi tidak hanya membicarakan kejahatan-kejahatan digital, seperti judi online, bisa terus ditingkatkan penanganannya, khususnya yang ada di platform TikTok," ucap Meutya.
Di balik proses penonaktifan tersebut, TikTok mengakui adanya gangguan yang ikut memengaruhi sejumlah akun pengguna dewasa. Karena itu, pengguna yang terdampak diminta segera melapor agar akunnya bisa dipulihkan kembali.
Head of Public Policy TikTok Indonesia, Hilmi Ardianto, mengatakan sistem pendeteksian usia pengguna masih terus disempurnakan secara bertahap.
"Saat ini kami masih terus berupaya untuk membuat sistem yang mengenali dari para pengguna kami yang ada di bawah umur itu yang terus dilakukan secara bertahap," kata Hilmi Ardianto.
"Prosesnya tentu tidak sebentar karena memang kami terus men-develop apa yang kami bisa lakukan, kemudian juga tadi berdiskusi juga dengan Bu Menteri apa saja yang menjadi concern-concern utama," ujarnya. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Meta Segera Hadirkan Layanan Premium di WhatsApp























