Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Spotify Dibajak, Peretas Bakal Rilis Seluruh Lagu di Torrent

Mistar.idJumat, 26 Desember 2025 pukul 11.10 WIB
spotify_dibajak_peretas_bakal_rilis_seluruh_lagu_di_torrent

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Grup peretas Anna’s Archive mengklaim telah mengunduh hampir seluruh katalog musik Spotify dan berencana merilisnya secara massal melalui jaringan berbagi berkas torrent. Klaim tersebut disampaikan melalui unggahan blog resmi kelompok itu.

Anna’s Archive menyebut telah mengarsipkan metadata untuk sekitar 256 juta trek serta berkas audio untuk 86 juta lagu, yang diklaim mencakup sekitar 99,6 persen dari seluruh pemutaran di Spotify. Arsip tersebut memiliki ukuran hampir 300 terabyte (TB) dan akan didistribusikan melalui torrent massal yang disortir berdasarkan tingkat popularitas.

“Pengumpulan data Spotify ini adalah upaya kecil kami untuk memulai arsip pelestarian musik semacam ini,” tulis Anna’s Archive, dikutip dari TechCrunch.

Mereka mengakui bahwa Spotify tidak memiliki seluruh musik di dunia, namun menyebut platform tersebut sebagai awal yang baik untuk pelestarian musik.

Menanggapi klaim tersebut, Spotify menyatakan telah mengidentifikasi dan menonaktifkan akun pengguna yang terlibat dalam pengumpulan data secara tidak sah. “Kami telah menerapkan langkah-langkah keamanan baru untuk serangan anti-hak cipta semacam ini dan terus memantau perilaku mencurigakan,” ujar juru bicara Spotify dalam pernyataan tertulis.

Spotify menegaskan komitmennya untuk melindungi hak cipta dan kepentingan para seniman. “Sejak hari pertama, kami berdiri bersama komunitas seniman melawan pembajakan dan aktif bekerja sama dengan mitra industri untuk melindungi pencipta serta mempertahankan hak mereka,” lanjut pernyataan tersebut.

Anna’s Archive menyatakan bahwa kelompoknya selama ini lebih banyak berfokus pada pengarsipan teks seperti buku dan artikel. Namun, mereka mengklaim misi pelestarian pengetahuan dan budaya manusia tidak membedakan jenis media. Kelompok itu berpendapat musik yang kurang populer berisiko hilang jika platform streaming menghentikan layanan atau kehilangan lisensi.

Dalam pengarsipannya, Anna’s Archive menyebut lagu-lagu populer disimpan dalam format asli 160 kbps, sementara lagu yang kurang populer dienkode ulang menjadi ukuran file lebih kecil untuk menghemat ruang penyimpanan. Saat ini, metadata musik telah tersedia secara lengkap, sedangkan berkas audio akan dirilis bertahap dimulai dari lagu-lagu terpopuler.

Namun demikian, praktik tersebut dinilai melanggar hukum. Spotify memperoleh lisensi musik dari label rekaman dan pemegang hak cipta berdasarkan ketentuan hukum yang ketat. Pengunduhan massal dan distribusi berkas audio melalui torrent melanggar syarat layanan Spotify serta undang-undang hak cipta di berbagai negara.

Meski Anna’s Archive mengklaim tindakannya bertujuan untuk pelestarian, undang-undang hak cipta umumnya tidak memberikan pengecualian atas dasar niat baik. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN