Tuesday, July 14, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Misteri Kepunahan Terbesar Bumi Mulai Terungkap, Ini Rahasia Hewan Laut yang Berhasil Bertahan

Mistar.idSelasa, 14 Juli 2026 pukul 14.40 WIB
misteri_kepunahan_terbesar_bumi_mulai_terungkap_ini_rahasia_hewan_laut_yang_berhasil_bertahan

Ilustrasi (Foto: The Brighter Side News)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Sekitar 252 juta tahun lalu, Bumi mengalami peristiwa kepunahan massal terbesar dalam sejarah yang dikenal sebagai The Great Dying atau Kepunahan Permian-Trias. Peristiwa ini memusnahkan sekitar 96% spesies laut dan 70% vertebrata darat, menjadikannya bencana biologis paling dahsyat yang pernah terjadi di planet ini.

Kini, tim peneliti yang dipimpin Stanford University mengungkap temuan baru yang menjelaskan mengapa sebagian kecil hewan laut mampu bertahan hidup di tengah krisis tersebut. Hasil penelitian ini juga dinilai relevan untuk memahami dampak pemanasan global terhadap ekosistem laut saat ini.

Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan fisiologis hewan dalam menghadapi suhu tinggi dan kadar oksigen yang rendah menjadi faktor utama yang menentukan peluang bertahan hidup selama periode pemanasan laut ekstrem.

Pada akhir periode Permian, perubahan iklim menyebabkan suhu lautan meningkat tajam. Kondisi tersebut membuat air laut kehilangan banyak oksigen terlarut, sementara kebutuhan oksigen organisme laut justru meningkat. Akibatnya, banyak spesies tidak mampu memenuhi kebutuhan metabolisme mereka dan akhirnya punah.

Sebaliknya, spesies yang memiliki toleransi lebih tinggi terhadap lingkungan panas dan minim oksigen terbukti memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dari kepunahan massal tersebut.

Menurut tim peneliti, temuan ini menjadi bukti paling kuat sejauh ini mengenai penyebab selektifnya kepunahan terbesar dalam sejarah Bumi. Selain mengungkap misteri masa lalu, studi tersebut juga memberikan gambaran mengenai ancaman yang kini dihadapi lautan akibat perubahan iklim.

Para ilmuwan mengingatkan bahwa pemanasan global saat ini diperkirakan akan terus meningkatkan suhu laut sekaligus menurunkan kadar oksigen di berbagai wilayah samudra. Kondisi tersebut berpotensi menciptakan tekanan lingkungan yang serupa dengan yang terjadi ratusan juta tahun silam.

Studi ini juga menegaskan bahwa kepunahan massal tidak berlangsung secara acak. Kelompok hewan dengan karakteristik biologis tertentu lebih rentan terhadap perubahan lingkungan ekstrem dibandingkan spesies yang memiliki kemampuan adaptasi lebih baik.

Melalui pemahaman mengenai spesies yang berhasil bertahan pada masa lalu, para peneliti berharap dapat mengidentifikasi organisme laut modern yang paling berisiko terdampak perubahan iklim. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan strategi konservasi yang lebih efektif untuk menjaga keanekaragaman hayati laut di masa depan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN