Microsoft Manfaatkan TPM untuk Tingkatkan Keamanan

Kantor Microsoft. (Foto: Reuters/Gonzalo Fuentes/am)
Jakarta, MISTAR.ID – Microsoft terus memperkuat sistem keamanan Windows setelah menjadikan Trusted Platform Module (TPM) sebagai komponen standar pada motherboard dan prosesor sejak era Windows 11. Kini, teknologi tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan keamanan proses aktivasi sistem operasi.
Perusahaan baru-baru ini memperbarui Key Management Service (KMS), layanan yang umum digunakan perusahaan dan organisasi besar untuk mengaktifkan banyak perangkat Windows secara bersamaan.
Dalam pembaruan ini, proses verifikasi KMS akan mengandalkan kemampuan enkripsi TPM untuk memastikan keaslian server yang menyimpan data aktivasi.
Microsoft menjelaskan bahwa selama ini KMS kerap menjadi sasaran penyalahgunaan melalui pemalsuan proses aktivasi. Selain berpotensi menimbulkan risiko keamanan, celah tersebut juga dimanfaatkan sebagian pengguna untuk menghindari pembelian lisensi Windows resmi.
Untuk mengatasinya, Microsoft menghadirkan fitur baru bernama TPM-based attestation. Fitur ini memanfaatkan TPM untuk memverifikasi bukti kriptografi yang menunjukkan integritas server KMS, sehingga proses aktivasi menjadi lebih aman dan sulit dipalsukan.
Cara kerja TPM
Proses pengamanan baru ini akan berjalan melalui tahapan verifikasi yang ketat sebelum mengizinkan sistem beroperasi:
- Memeriksa identitas perangkat keras host KMS untuk membuktikan bahwa server tersebut telah diverifikasi oleh Microsoft sebagai perangkat keras yang sah.
- Mengonfirmasi bahwa host KMS tersebut sama sekali belum pernah dimodifikasi atau dirusak oleh pihak tak berwenang.
- Setelah terverifikasi sepenuhnya, chip TPM baru akan mengizinkan host KMS tersebut untuk mengelola permintaan aktivasi massal yang dibutuhkan oleh organisasi.
TPM ini akan menjadi syarat wajib untuk aktivasi KMS mulai dari rilis Windows Server generasi berikutnya. Microsoft menyatakan akan mulai mensosialisasikan pembaruan ini kepada pelanggan bisnis dengan membagikan pesan kesiapan di Windows Server 2025 mulai Agustus 2026.
Para administrator sistem diimbau untuk segera beradaptasi dan memastikan infrastruktur KMS mereka siap mendukung aktivasi berbasis perangkat keras, seperti dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (28/7/2026).
"Seiring dengan terus berkembangnya keamanan Windows, infrastruktur aktivasi tepercaya akan memainkan peran yang semakin penting," sebut Microsoft, dilansir dari detikInet, Rabu (29/7/2026).
Langkah ini diprediksi akan menjadi pukulan telak bagi alat pengaktifan salinan Windows bajakan yang selama ini sangat bergantung pada celah KMS. Pada tahun 2025 lalu, Microsoft sebenarnya telah memblokir celah manipulasi yang digunakan dalam metode aktivasi "KMS38", meskipun aktivasi KMS konvensional masih dapat berfungsi.
Kelompok peretas Massgrave yang menyediakan alat aktivasi Windows tidak resmi sebelumnya sangat mengandalkan metode KMS online, yang mengharuskan sistem terhubung ke server KMS palsu setiap enam bulan sekali. Kehadiran atestasi berbasis TPM ini berpotensi besar mematikan praktik pembajakan berbasis KMS online tersebut.
Meski demikian, tarik-ulur keamanan ini tampaknya belum akan berakhir. Massgrave baru-baru ini dilaporkan telah memperkenalkan metode Aktivasi TSforge baru yang mereka klaim mampu menerobos seluruh arsitektur perlindungan hak cipta (DRM) Microsoft untuk aktivasi perangkat lunak. (Detik)

























