Wednesday, July 15, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Fenomena Langit Merah Darah Terjadi di Australia Barat

Mistar.idSenin, 30 Maret 2026 pukul 07.58 WIB
fenomena_langit_merah_darah_terjadi_di_australia_barat

Fenomena langit merah darah melanda Australia pada Jumat (27/3/2026). (Foto: The Sun)

news_banner

Australia, MISTAR.ID

Fenomena langit merah darah menyelimuti wilayah Australia Barat saat Siklon Narelle menerjang kawasan barat laut pada Jumat (27/3/2026), memicu gangguan besar seperti pemadaman listrik dan gas serta kerusakan sejumlah bangunan.

Rekaman dari Shark Bay menunjukkan cahaya siang hari menghilang dalam hitungan menit ketika angin kencang mengangkat debu kaya zat besi ke atmosfer.

Debu tersebut membuat langit berubah menjadi merah tua dan menurunkan jarak pandang hingga hampir nol. Udara di sejumlah wilayah dilaporkan menjadi sangat tebal dan sulit dihirup.

Badan meteorologi Australia mencatat kecepatan angin mencapai lebih dari 124 mil per jam. Siklon Narelle sebelumnya dikategorikan sebagai topan tropis kategori tiga dengan hembusan angin merusak dan curah hujan tinggi.

Wilayah Exmouth dilaporkan menjadi daerah yang paling parah terdampak. Layanan darurat menyebut kota tersebut mengalami kerusakan signifikan serta pemadaman listrik, air, dan komunikasi. Sementara itu, beberapa wilayah lain seperti Coral Bay, Shark Bay, Geraldton, Kalbarri, dan Carnarvon dilaporkan relatif minim kerusakan struktural.

Menteri Layanan Darurat Australia Barat, Paul Papalia, menyatakan pemerintah akan memastikan dukungan bagi warga terdampak selama masa pemulihan. Otoritas setempat juga melaporkan kerusakan pada fasilitas umum, termasuk SPBU dan Bandara Learmonth.

Selain infrastruktur, sektor pertanian turut terancam. Perkebunan pisang di sekitar Carnarvon berpotensi mengalami kerugian besar akibat angin kencang yang dapat merobohkan tanaman.

Para ahli menjelaskan bahwa fenomena langit merah disebabkan oleh partikel debu yang kaya oksida besi yang terangkat ke udara oleh angin kencang. Fenomena ini bukan hal baru di Australia dan pernah terjadi sebelumnya, termasuk pada 2009 ketika debu menyelimuti langit hingga ke Sydney.

Meski intensitas siklon telah menurun, pihak berwenang mengingatkan bahwa kondisi masih berbahaya dan masyarakat diminta tetap waspada mengikuti peringatan darurat yang berlaku. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN