Paus Biru Dinobatkan Sebagai Hewan Terbesar di Bumi

Paus Biru. (Foto: Ifaw.org)
Jakarta, MISTAR.ID
Paus Biru dinobatkan oleh Guinness World Records sebagai hewan terbesar di Bumi. Beberapa individu bahkan memiliki bobot hingga 200 ton, menjadikannya makhluk terbesar yang pernah hidup.
Secara ukuran, paus biru jauh melampaui predator prasejarah seperti Tyrannosaurus rex. Bobotnya bisa hampir 20 kali lipat, dengan panjang tubuh mencapai sekitar 30 meter atau setara panjang pesawat komersial atau beberapa bus yang disusun berderet.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Proceedings of the Royal Society B mengungkap bahwa fenomena gigantisme pada paus balin baru terjadi sekitar 4,5 juta tahun lalu. Perubahan ini berkaitan erat dengan dinamika lingkungan dan ketersediaan makanan.
Pada awalnya, sekitar 50 juta tahun lalu, nenek moyang paus merupakan mamalia darat. Seiring waktu, mereka berevolusi menjadi makhluk laut dengan sirip, lalu mengembangkan kemampuan menyaring makanan sekitar 20–30 juta tahun lalu. Adaptasi ini memungkinkan mereka menelan mangsa kecil dalam jumlah besar sekaligus.
Kurator fosil mamalia laut dari Smithsonian Institution, Nick Pyenson, menjelaskan ukuran paus tidak langsung membesar setelah kemampuan tersebut muncul.
"Tapi kemudian tiba-tiba kita melihat mereka menjadi sangat besar, seperti paus biru," ujarnya.
Para ilmuwan menemukan lonjakan ukuran ini terjadi bersamaan dengan perubahan iklim global. Saat lapisan es mulai terbentuk di belahan Bumi utara, terjadi peningkatan fenomena Ocean upwelling, yakni naiknya air laut dalam yang kaya nutrisi ke permukaan.
Proses ini memicu ledakan populasi plankton dan hewan kecil lain seperti kril, yang menjadi sumber makanan utama paus balin. Kondisi tersebut menciptakan “ladang makanan” besar di laut, sehingga paus dapat makan lebih efisien dan tumbuh semakin besar.
Ahli dari Stanford University, Jeremy Goldbogen, menyebut kemampuan menyaring makanan menjadi sangat efektif ketika sumber makanan melimpah.
"Paus balin kini dapat menelan mangsa dalam jumlah yang jauh lebih besar, yang memungkinkan mereka untuk tumbuh lebih besar (lagi)," katanya.
Meski demikian, ketersediaan makanan ini tidak terjadi sepanjang waktu. Menurut Graham Slater dari University of Chicago, fenomena ini bersifat musiman. Karena itu, paus harus bermigrasi jauh untuk mencari sumber makanan.
"Paus biru mampu bergerak jauh dengan menggunakan energi yang jauh lebih sedikit daripada paus bertubuh kecil. Ukuran besar menjadi sangat menguntungkan jika ingin bergerak jarak jauh," ujarnya.
Kesimpulannya, ukuran raksasa paus biru merupakan hasil kombinasi evolusi panjang, perubahan iklim, serta melimpahnya sumber makanan di lautan yang memungkinkan mereka berkembang menjadi makhluk terbesar di planet ini. (hm20)






















