Tuesday, June 9, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Apple Gandeng Google Kembangkan AI Baru untuk iPhone, Siri Makin Cerdas

Mistar.idSelasa, 9 Juni 2026 14.37
EH
apple_gandeng_google_kembangkan_ai_baru_untuk_iphone_siri_makin_cerdas

Apple dan Google. (Foto: Arts Technica)

news_banner

California, MISTAR.ID

Ajang Worldwide Developers Conference (WWDC) 2026 menghadirkan salah satu pengumuman paling mengejutkan dari Apple. Di tengah peluncuran pembaruan besar Siri dan pengembangan terbaru Apple Intelligence, perusahaan teknologi asal Cupertino itu mengungkap kerja sama strategis dengan Google dalam pengembangan model kecerdasan buatan generasi baru.

Kolaborasi tersebut diumumkan langsung oleh Senior Vice President Software Engineering Apple, Craig Federighi, saat memperkenalkan fondasi baru yang akan menopang berbagai fitur AI di perangkat Apple.

"Pada tahun ini, kami memulai kolaborasi yang mendalam dengan Google dengan memanfaatkan teknologi di balik keluarga model Gemini," ujar Federighi saat sesi keynote, Selasa (9/6/2026).

Kemitraan tersebut melahirkan Apple Foundation Models generasi terbaru yang akan menjadi mesin utama berbagai kemampuan kecerdasan buatan pada iPhone, iPad, dan Mac.

Menurut Federighi, model AI itu dikembangkan secara bersama-sama oleh Apple dan Google dengan fokus pada kebutuhan ekosistem Apple. Teknologi tersebut dirancang agar mampu berjalan langsung di perangkat pengguna maupun melalui infrastruktur Private Cloud Compute milik Apple.

Langkah ini menjadi sorotan karena selama bertahun-tahun Apple dan Google dikenal sebagai pesaing utama di industri teknologi, termasuk dalam perlombaan mengembangkan teknologi AI.

Siri dan Apple Intelligence Naik Kelas

Integrasi teknologi Gemini disebut membawa peningkatan signifikan terhadap kemampuan Apple Intelligence dan asisten virtual Siri.

Apple mengklaim model terbaru ini memiliki kapasitas penalaran dan pemahaman yang lebih maju dibanding generasi sebelumnya. Selain mampu memproses teks, sistem juga dapat memahami gambar dan suara secara bersamaan.

Kemampuan multimodal tersebut memungkinkan pengguna melakukan berbagai aktivitas yang lebih kompleks, seperti menghasilkan gambar realistis, menyunting foto dengan bantuan AI, hingga memperoleh jawaban berdasarkan objek atau informasi visual yang sedang ditampilkan di layar.

Untuk perangkat yang menggunakan chip Apple Silicon generasi terbaru, Apple bahkan menghadirkan model AI dengan performa lebih tinggi.

"Kami mengoptimalkannya untuk sistem Apple Silicon paling canggih dengan versi model on-device yang lebih kuat," kata Federighi.

Model tersebut memungkinkan perangkat menghasilkan suara yang terdengar lebih alami, meningkatkan akurasi fitur dikte, memahami bahasa sehari-hari dengan lebih baik, serta membuat respons Siri terasa lebih ekspresif.

Mampu Mengenali Kebiasaan dan Kebutuhan Pengguna

Selain peningkatan kemampuan teknis, Apple juga menanamkan fitur yang membuat AI lebih memahami konteks personal pemilik perangkat.

Federighi menjelaskan bahwa Apple Intelligence kini dapat memanfaatkan berbagai data yang tersimpan secara lokal, mulai dari foto, catatan, email, hingga aplikasi yang sering digunakan untuk memberikan bantuan yang lebih relevan sesuai kebutuhan pengguna.

Sistem ini bekerja dengan dukungan Spotlight dan semantic index generasi baru yang memungkinkan pencarian informasi menggunakan bahasa percakapan.

Dengan kemampuan tersebut, pengguna dapat meminta Siri menemukan foto lama, mencari catatan tertentu, atau menemukan informasi yang tersimpan di perangkat tanpa perlu membuka aplikasi satu per satu.

Tak hanya mengandalkan data lokal, Apple Intelligence juga dapat mengambil informasi dari internet saat diperlukan untuk menyajikan jawaban yang lebih mutakhir.

Apple turut memperkenalkan App Actions, fitur yang memungkinkan AI menjalankan fungsi lintas aplikasi secara otomatis. Melalui fitur ini, pengguna dapat meminta AI menyusun email, mengedit gambar, atau membagikan dokumen tanpa harus melakukan setiap langkah secara manual.

Meski menggandeng Google dalam pengembangan teknologi inti AI, Apple menekankan bahwa perlindungan data pengguna tetap menjadi prinsip utama.

Dalam presentasinya, Federighi secara tidak langsung menyinggung sejumlah layanan AI yang secara otomatis menyimpan aktivitas dan percakapan pengguna.

"Saat ini banyak penyedia AI berbicara soal privasi, tetapi secara bawaan mereka tetap menyimpan interaksi pribadi pengguna," ujarnya.

Apple menyatakan seluruh arsitektur Apple Intelligence dibangun dengan pendekatan yang mengutamakan privasi. Sebagian besar pemrosesan dilakukan langsung di perangkat, sementara proses yang membutuhkan komputasi lebih besar akan dijalankan melalui Private Cloud Compute.

Perusahaan menegaskan data pengguna tidak disimpan maupun diakses oleh Apple ataupun pihak ketiga, melainkan hanya digunakan untuk menyelesaikan permintaan yang diajukan pengguna.

"Privasi dalam AI tidak bisa ditawar," tutur Federighi.

Kerja sama Apple dan Google melalui teknologi Gemini menjadi salah satu momen paling menonjol dalam WWDC 2026. Langkah tersebut menunjukkan strategi Apple untuk mempercepat pengembangan kecerdasan buatannya dengan memanfaatkan teknologi terbaik yang tersedia, sekaligus menghadirkan Siri yang lebih pintar, lebih personal, dan tetap berfokus pada keamanan data pengguna. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN