USU Dorong Mahasiswa Ubah Passion Menjadi Aksi Nyata dalam Generasi Campus Roadshow Grab-Narasi

Direktur Direktorat Prestasi Mahasiswa dan Hubungan Kealumnian USU, Rahma Yurliani (foto:susan/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Direktur Direktorat Prestasi Mahasiswa dan Hubungan Kealumnian Universitas Sumatera Utara (USU), Rahma Yurliani, mengajak mahasiswa untuk tidak berhenti pada menemukan passion, tetapi juga menggerakkannya menjadi tindakan konkret.
“Passion bukan hanya sekadar minat, tetapi juga energi internal yang mendorong seseorang untuk terus berkembang, mencari jati diri, dan meraih prestasi terbaik di dalam hidupnya,” katanya dalam kegiatan Generasi Campus Roadshow Grab-Narasi bertema Passion in Action di Auditorium USU, Kamis (20/11/2025).
Rahma menilai ruang dialog seperti ini penting karena memberi pencerahan dan motivasi bagi mahasiswa untuk berani mencoba hal baru, mengasah keterampilan, dan keluar dari zona nyaman. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor telah menjadi praktik nyata yang memberi manfaat bagi mahasiswa dan ekosistem kreatif.
Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut karena telah membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk menemukan dan mewujudkan passion mereka di masa depan.
Sementara itu, Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menekankan pentingnya ruang aman bagi generasi muda untuk menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri. Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki potensi yang dapat berkembang ketika mereka menemukan lingkungan yang mendukung.
“Dan saya berharap bahwa ruang itu adalah Generasi Kampus. Di mana setiap adik-adik bisa saling berbagi, saling menginspirasi, dan tentunya saling belajar satu dengan yang lain,” tuturnya.
Neneng menyebutkan bahwa Medan merupakan kota kelima pelaksanaan kegiatan ini setelah Surabaya, Solo, Bogor dan Makassar.
Salah seorang pembicara dalam kegiatan tersebut, Idgitaf, menceritakan perspektifnya mengenai passion. Ia mengajak mahasiswa untuk mengevaluasi diri melalui pertanyaan, “What do you bring to the table that’s different?”
Penyanyi sekaligus penulis lagu itu mencontohkan pengalamannya memulai karier dengan cara tak biasa agar terlihat berbeda, yaitu menirukan odading Mang Oleh (video viral akhir 2020) dengan nada menyanyi. Menurutnya, keberanian tampil dengan ciri khas adalah langkah awal untuk mendapat perhatian.
Idgitaf juga menekankan pentingnya melihat apakah passion yang digemari seseorang juga mampu menggerakkan orang lain. Ia menyampaikan bahwa karya yang lahir dari hati dapat berdampak luas jika disampaikan dengan strategi yang tepat.
“Is passion enough? Menurut aku, no. Memang passion bisa membuka jalan, membuat kamu discover sesuatu tentang diri kamu sendiri. Tapi kalau kamu punya strategi yang tepat dan akurat, aku yakin kamu akan menyadari langkahmu—langkah demi langkah menuju kesuksesan yang kamu mau,” ucapnya.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya mengelola ketakutan pribadi ketika mengejar passion. Idgitaf mengaku pernah takut ‘asik sendiri’ ketika tampil, tetapi ia memilih untuk melawan satu ketakutan itu sebagai langkah awal. Menurutnya, setiap orang perlu fokus menaklukkan satu ketakutan terbesar agar dapat terus melangkah.
Ia menegaskan bahwa idealisme perlu diimbangi dengan tanggung jawab untuk menyebarkan karya kepada publik. Baginya, strategi adalah jembatan antara passion dan keberhasilan.
“Music as art juga sama harus music as business,” ujarnya.





















