Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Yayasan GPS Sosialisasi Mitigasi Bencana untuk Wujudkan SPAB di SMPN 13 Medan

Mistar.idKamis, 20 November 2025 11.11
JS
MA
yayasan_gps_sosialisasi_mitigasi_bencana_untuk_wujudkan_spab_di_smpn_13_medan

Sosialisasi mitigasi bencana yang dilakukan Yayasan Gerakan Peduli Sungai terhadap ratusan siswa-siswi SMPN 13 Medan. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Yayasan Gerakan Peduli Sungai (GPS) melakukan gerakan mitigasi dan latihan penyelamatan (gemilap) bersama ratusan pelajar SMPN 13 Kota Medan dalam rangka mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Sampali, SMPN 13 Medan, Kecamatan Medan Area, pada Rabu (19/11/2025). Kegiatan ini diikuti ratusan pelajar yang tampak antusias.

Ketua Yayasan GPS, Lutfi Hakim Fauzie, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tentang SPAB.

“Secara ringkas, pengetahuan yang tepat menjadi fondasi untuk mengembangkan kesiapsiagaan yang efektif. Indonesia adalah laboratorium bencana alam, semua bencana alam sudah pernah terjadi di Indonesia,” katanya kepada Mistar, Kamis (20/11/2025).

Ia menerangkan bahwa kegiatan ini terdiri dari tiga pilar edukasi, yakni fasilitas sekolah aman bencana, manajemen bencana di sekolah, serta pendidikan pencegahan dan pengurangan risiko bencana.

“Kemudian, setiap kelompok dipandu oleh fasilitator kami dan dibimbing untuk membuat peta partisipatif berisi denah sekolah hingga jalur evakuasi ketika terjadi bencana gempa bumi,” ujar Luthfi.

Selain mitigasi gempa bumi, pihaknya juga memberikan edukasi terkait mitigasi banjir dengan memperkenalkan peralatan tanggap darurat berupa perahu karet.

“Berdasarkan informasi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), Indonesia saat ini memasuki musim hujan. BMKG juga memberikan peringatan potensi bencana hidrometeorologi. Oleh karenanya edukasi banjir ini dianggap penting dilaksanakan kepada para siswa hingga guru,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa pada Oktober 2025 lalu pihaknya telah mengunjungi beberapa sekolah di Kabupaten Deli Serdang. Sedangkan pada November 2025, mereka fokus melakukan edukasi mitigasi bencana di wilayah Kota Medan.

“Harapannya semoga kami bisa mengunjungi dan menjangkau lebih banyak sekolah lain, untuk berbagi pengetahuan kepada adik-adik pelajar hingga Satuan Pendidikan Aman Bencana ini benar-benar terealisasi hingga tingkat tapak dalam mewujudkan Indonesia tangguh bencana,” ucapnya.

Lutfi menambahkan bahwa generasi penerus harus mampu menciptakan respons proaktif dalam menjaga lingkungan dan memahami mitigasi bencana. “Ayo menciptakan respons yang proaktif, meminimalkan kerentanan, dan membangun ketahanan komunitas terhadap bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 13 Medan, Awal Ihsan Porkas Harahap, mengapresiasi dan merasa bangga atas kehadiran Yayasan GPS yang memberikan sosialisasi mitigasi banjir dan bencana kepada pelajar.

"Indonesia merupakan daerah rawan gempa. Apalagi kita tinggal di Medan yang lempeng buminya berada di jalur gempa. Jadi sangat baik Yayasan GPS menggelar edukasi bencana di sekolah kami," sebutnya dalam keterangan tertulis.

Senada, Fasilitator Yayasan GPS, Angga Pratama, menyebut antusias para siswa SMPN 13 Medan berlangsung interaktif dan komunikatif meski waktu pelaksanaan terbatas.

"Malahan ada juga yang tidak kebagian kesempatan untuk latihan di perahu karet ataupun diskusi kelompok yang kita bentuk. Sebenarnya, kalau terjadi bencana, salah satu lokasi yang kerap jadi pengungsian adalah sekolah. Jadi pemahaman harus benar-benar digaungkan, agar sekolah tangguh bencana," ucapnya. (hm16)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN