Toilet Rusak Bertahun-tahun, Guru dan Siswa SMPN 1 Berampu Resah Bau Pesing

SMP Negeri 1 Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi. (foto:istimewa/mistar)
Dairi, MISTAR.ID
Guru dan siswa-siswi SMP Negeri 1, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, mengaku resah dan mengeluh karena menghirup bau pesing setiap hari akibat toilet sekolah tidak berfungsi selama bertahun-tahun.
Keresahan dan keluhan itu disampaikan sejumlah guru dan siswa kepada Mistar, Selasa (14/4/2026).
Sejumlah guru dan siswa menyebutkan bahwa kondisi toilet yang menyebabkan bau pesing setiap hari di sekolah tersebut sudah lama berlangsung atau bertahun-tahun dibiarkan tanpa perbaikan, sehingga para guru dan siswa sangat resah.
"Entah mengapa kendalanya tidak kunjung diperbaiki," kata salah seorang guru.
"Kondisi itu juga dipicu mampatnya septic tank, namun tidak diperbaiki selama bertahun-tahun, entah apa alasannya," ujar guru lainnya menambahkan.
Pada waktu bersamaan, Kepala SMP Negeri 1 Berampu, Toman Simajuntak, ketika dikonfirmasi Mistar via WhatsApp menjelaskan:
Dari sebanyak tujuh unit toilet, hanya dua unit yang bisa difungsikan, yaitu satu di dalam kantor guru dan satu di sebelah timur kantor guru.
"Toilet yang berfungsi ada sebagian, Pak, yang di sisi sebelah timur dan satu di kantor guru. Toilet ada tujuh unit, namun hanya dua unit berfungsi sejak tahun lalu," kata Toman.
Diakuinya, alokasi proyek terakhir di sekolah itu pada tahun 2024 dengan pekerjaan pembangunan kamar mandi siswa sebelah timur.
"Untuk toilet siswa ada dua sebelumnya, yaitu sebelah barat dekat mushola dan sebelah selatan ada dua unit. Untuk guru dan TU ada di kantor lama kepala sekolah serta di kantor wakil kepala sekolah," kata Toman lagi.
Terkait kendala dan alasan mengapa toilet tidak kunjung diperbaiki, ia menjelaskan bahwa setelah dilakukan perbaikan dengan menggunakan soda api, hasilnya hanya bertahan sebentar lalu mampat kembali.
"Setelah kami periksa di salurannya, ternyata ada akar kayu yang masuk ke saluran menuju septic tank," ujar Toman.
Toman juga menjelaskan jumlah siswa sebanyak 429 orang dan guru serta pegawai sebanyak 36 orang.
Terkait keresahan dan keluhan guru mengenai bau pesing yang dihirup setiap hari, Toman membantah dengan alasan kondisi tersebut selalu diawasi guru piket.
"Tidak betul itu, Pak, karena ada guru piket yang mengawasi. Untuk sementara WC atau toilet yang tidak layak dipakai kami tutup," kata Toman. (hm27)





















