SMAN 1 Medan Gelar Bazar Kreativitas dan Makanan Tradisional Hari Guru

Siswa sedang mempersiapkan sate taichan untuk dijual di bazar SMAN 1 Medan. (foto:susan/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Dalam memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025, siswa SMA Negeri 1 Medan diajak menampilkan kreativitasnya. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah gelar karya seni dan wirausaha yang menampilkan 36 stan makanan tradisional.
Menu-menu makanan tradisional tersedia dan dikemas dengan nama unik, salah satunya adalah "paket anti bokek", olahan sehat berbahan pisang.
Ketua Panitia HGN 2025 SMAN 1 Medan, Yasnima Eriani Harahap, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai ruang ekspresi siswa dari berbagai jenjang.
“Kita bertujuan membuat anak-anak kita dapat mengekspresikan apa yang sudah mereka pelajari selama ini. Ini bukan hanya gelar karya kewirausahaan, tapi juga seni, karena semuanya berkolaborasi,” ujarnya kepada Mistar, Selasa (25/11/2025).
Hal ini, kata Yasnima, sejalan dengan program di sekolah. Jika tahun lalu disebut Projek Penguatan Profil Belajar Pancasila (P5), tahun ini disebut Profil Lulusan 8 Dimensi.
Ia menjelaskan bahwa gelar karya seni sudah menjadi agenda tetap OSIS setiap menjelang Hari Guru. Selain pagelaran seni, siswa juga membuka stan wirausaha dengan tema Nusantara.
“Ada 36 stan dari setiap kelas yang terlibat. Mulai dari kelas X ada 12, kelas XI 12, dan kelas XII juga 12. Mereka membuat semuanya sendiri, mulai dari stan, makanan, baju adat, sampai hiasan,” katanya.
Yasnima menuturkan antusiasme siswa cukup tinggi. “Kalau kita nggak bikin, kita yang justru ditantang sama murid-murid,” ucapnya sambil tertawa.
Ia juga mengungkapkan bahwa pagelaran ini memperlihatkan banyak bakat tersembunyi siswa. “Kami lihat banyak anak yang sebelumnya pendiam, ternyata ekspresinya keluar dalam kegiatan ini. Dan ini bisa menjadi bekal buat sekolah untuk memilih dan mengajukan anak untuk perlombaan-perlombaan ke depannya,” tuturnya.
Selain itu, momentum Hari Guru dimaknai pihak sekolah sebagai upaya mendekatkan guru dan siswa sekaligus mencegah perilaku negatif. “Kadang orang tuanya sibuk kan, jadi kami pengganti orang tua di sekolah. Bukan hanya guru tapi kadang jadi tempat curhat mereka,” ujarnya.
Ia berharap, dengan terjalinnya hubungan yang semakin dekat antara siswa dan guru, dapat menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan. Selain itu, juga dapat mencegah siswa terlibat hal-hal negatif.
Selain pagelaran seni, SMAN 1 Medan juga melaksanakan rangkaian kegiatan lainnya seperti perlombaan antar guru, jalan santai, hingga pemberian sertifikat bagi guru berprestasi dan guru yang purnabakti.
Terpisah, Frensdo, siswa kelas XII IPS yang membuka stan berisi cilok dan minuman selasih kurnia, mengatakan bahwa jualannya laris dalam pagelaran ini. Ia mengaku bahwa jiwa berbisnisnya semakin terasah.
“Menu ini dipilih karena sesuai tema bazar, yaitu makanan tradisional. Ini kreasi sendiri. Tiba-tiba saja muncul idenya. Simpel dan gampang dibuat,” kata Frensdo yang berhasil menjual dagangannya hingga 50-an porsi.
Ia berharap fasilitas bazar dapat diperluas ke depannya, agar setiap siswa yang mengikuti kegiatan juga semakin bebas dalam berkreasi. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Sejarah Singkat Hari Guru Nasional di Indonesia





















